Dirut PLN Minta Maaf ke Warga Aceh, Perbaikin Sistem Kelistrikan Terus Dilakukan
Dedi Hidayat | 9 Desember 2025, 18:21 WIB

AKURAT.CO Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menyatakan permintaan maaf usai belum tersambung secara merata kelistrikan usai banjir dan longsor yang terjadi di Aceh.
Darmawan menjelaskan, masalah kelistrikan di Aceh berawal dari robohnya tower terbawa banjir di yang membuat jaringan Arun ke Bireun terganggu. Gangguan ini juga membuat gangguan jaringan kelistrikan ke Aceh Tengah dah Banda Aceh.
Dengan adanya gangguan ini, Darmawan menyampaikan pihaknya langsung bergerak cepat dengan memperbaiki tower sesuai dengan arahan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Salah satunya dengan mengerahkan helikopter untuk mengangkut material pembangunan tower.
"Dan kemudian, kami berhasil mengoreksi, memulihkan tower dan juga menyambung kabel di tengah kondisi yang sangat sulit," kata Darmawan dalam rapat daring dengan Menteri ESDM, Selasa (9/12/2025).
Selain berhasil memulihan tower dan menyambung kabel. Darmawan menjelaskan dalam saat yang bersamaan, transmisi dari Bireuen ke Takengon juga berhasil pihak PLM restorasi.
"Sehingga pada saat kunjungan Bapak Presiden Republik Indonesia ke Banda Aceh dan rapat kabinet terbatas, kami pada waktu itu cukup optimis bahwa kami bisa mengalirkan listrik dari Arun ke Banda Aceh dan bisa segera mengoreksi pasokan listrik di Banda Aceh," tambah Darmawan.
Dengan keoptimisan tersebut, Darmawan melaporkan ke Menteri ESDM, jika semua pekerjaan bisa rampung sesuai dengan target, sistem kelistrikan Aceh akan meningkat menjadi 93%.
Akan tetapi, Darmawan menuturkan bahwa pihaknya mengalami kesalahan teknis yang membuat pekerjaan terganggu dan membuat penyaluran listrik kembali terganggu.
"Ternyata, dalam proses pengaliran listrik dari Arun ke Banda Aceh, kami menghadapi tantangan hambatan teknis. Kenyataannya bahwa penyaluran listrik ini jauh lebih berat daripada perkiraan kami," tutur Darmawan.
Maka dari itu, kata Darmawan menyampaikan permintaan maaf karena kalkulasi yang disampaikan PLN meleset dan sampai dengan saat ini perbaikan jaringan kelistrikan di Aceh masih terus dilakukan.
"Nah untuk itu, dalam hal ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Aceh. Karena kami sudah menyampaikan informasi bahwa sistem kelistrikan apabila koreksi kami untuk penyaluran listrik dari Arun ke Banda Aceh bisa berjalan lancar, maka akan meningkat menjadi 93%. Ternyata menghadapi tantangan teknis yang sangat hebat," tukas Darmawan.
Diberitakan sebelumnya, Pemulihan kondisi kelistrikan di daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus dikebut Pemerintah. Di Sumatra Utara dan Sumatra Barat, listrik sudah pulih 100 persen.
Sementara di Aceh, pemulihan masih berjalan, dengan progres pembangunan menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) sudah 100% terbangun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, pada Rapat Terbatas, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto progres penyalaan listrik di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh. Listrik di beberapa wilayah terdampak sudah dapat menyala di Minggu malam.
"Sampai malam ini, untuk Aceh Tengah menyala dari 20.30. Aceh Tengah dan Bener Meriah itu nyalanya jam 20.45, kemudian Aceh Tamiang 20.30. Kemudian untuk Banda Aceh, untuk bisa full 100 persen itu besok siang sampai besok malam, malam ini baru 95%. Gayo Lues tadi pagi sudah nyala," ujar Bahlil pada Rapat Terbatas di Pos Pendamping Nasional Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Minggu (7/12) malam.
Dari data PT PLN (Persero), progres pembangunan menara transmisi darurat (tower emergency) SUTT Bireuen-Peusangan sudah selesai 100% pada Minggu (7/12) malam, sementara SUTT Bireuen-Arun ditargetkan selesai pada Senin (8/12) siang.
Saat ini konstruksi fisik SUTT Bireuen-Arun sudah selesai 100% dan tengah dilakukan pengetesan penyaluran listrik. Proses penormalan kondisi kelistrikan Aceh masih terus dilakukan.
Distribusi material untuk pembangunan tower emergency dan penyambungan kabel cukup sulit dilakukan karena harus melewati sungai. Curah hujan yang tinggi juga beberapa kali menyebabkan pekerjaan terhenti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










