Pemerintah Tambah 10.000 Ton Beras Untuk Aceh
Hefriday | 9 Desember 2025, 15:31 WIB

AKURAT.CO Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyetujui permohonan tambahan 10 ribu ton beras yang diajukan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).
Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh.
“Alhamdulillah, atas nama Pemerintah Pusat kami menyetujui permohonan 10 ribu ton beras dari Pak Gubernur Mualem untuk Aceh,” kata Amran di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Dirinya menjelaskan persetujuan itu merupakan bagian dari respons cepat pemerintah pusat terhadap situasi darurat yang melanda sebagian wilayah Sumatera.
Pemerintah ingin memastikan bantuan pangan tiba tepat waktu agar pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal.
“Ini merupakan alokasi khusus untuk mendukung pemulihan pascabencana, di mana stok beras nasional sangat cukup. Bahkan kami siapkan tiga kali lipat lebih tinggi dari permintaan Mualem,” ujar Amran.
Berdasarkan data per 8 Desember 2025, stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog mencapai 3,68 juta ton. Jumlah itu merupakan level tertinggi dalam satu dekade terakhir dan jauh melampaui rata-rata stok akhir tahun yang biasanya sekitar 1,2–1,5 juta ton.
“Dengan stok 3,68 juta ton, kita memiliki cadangan tiga kali lipat dari kebutuhan bulanan nasional. Jadi permohonan 10 ribu ton ini sangat kecil dibandingkan stok kita. Aceh akan kami pastikan tercukupi, dan seluruh Indonesia tetap aman hingga panen raya Maret–April 2026,” tegasnya.
Permohonan tambahan beras tersebut diajukan Pemprov Aceh seiring upaya menangani dampak bencana yang menyebabkan korban jiwa dan merusak infrastruktur pertanian.
Dalam Rapat Terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Posko TNI AU Sultan Iskandar Muda pada 7 Desember 2025, Gubernur Mualem memaparkan kebutuhan mendesak untuk stabilisasi harga beras, air bersih, dan elpiji.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh selama dua hari berturut-turut (7–8 Desember 2025) menjadi momentum koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, yang mempercepat proses alokasi bantuan.
Amran menilai sinergi tersebut berperan besar dalam mempercepat keputusan penyaluran cadangan beras pemerintah.
Amran juga menegaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada beras. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional diprediksi mencapai 34,79 juta ton pada akhir 2025.
Pemerintah memperkirakan stok akhir cadangan beras pada Desember 2025 tetap berada di atas 3,5 juta ton, cukup aman hingga panen raya berikutnya.
“Dulu kita harus impor jutaan ton, sekarang justru bisa membantu saudara-saudara kita di Aceh tanpa khawatir kekurangan. Ini berkah bagi bangsa, dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungannya kepada petani Indonesia,” ujarnya.
Bulog Divre Aceh dijadwalkan mulai menyalurkan tambahan 10 ribu ton beras tersebut dalam minggu ini melalui mekanisme bantuan pangan dan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
Penyaluran dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.
Bantuan ini juga melengkapi alokasi awal sebesar 10.614 ton beras untuk Aceh dalam program darurat nasional untuk tiga provinsi Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total alokasi 34 ribu ton.
Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. Ia mengatakan kehadiran Presiden Prabowo di Aceh memberikan semangat bagi masyarakat yang sedang memulihkan kondisi pascabencana.
“Atas perhatian yang diberikan Presiden, kami mengucapkan terima kasih. Kehadiran beliau memberi semangat bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan di lapangan,” ujar Mualem saat mengantar Presiden di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Senin pagi (8/12/2025).
Mualem berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat pemulihan di berbagai daerah yang masih terdampak banjir dan longsor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










