Akurat

PHR Cetak Kinerja Gemilang, Sumur Ampuh Hasilkan 2.098 BOPD

Andi Syafriadi | 24 November 2025, 10:50 WIB
PHR Cetak Kinerja Gemilang, Sumur Ampuh Hasilkan 2.098 BOPD

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus menunjukkan kinerja positif dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional di Zona Rokan. PHR mencatatkan capaian penting menyusul keberhasilan pengeboran sumur pengembangan di lapangan Ampuh dengan produksi cemerlang.

Sumur Ampuh (AH030) mencatatkan hasil produksi awal sebesar 2.098 barel minyak per hari (BOPD). Uji produksi sumur Ampuh sangat mengembirakan menyusul hasil produksi seluruhnya murni crude oil tanpa kandungan air maupun gas.

Direktur Utama PHR, Ruby Mulyawan mengatakan capaian ini merupakan wujud komitmen PHR dalam mengoptimalkan potensi sumber daya migas yang ada.

Baca Juga: PLN Perkuat Keandalan Listrik untuk PHR di WK Rokan

Produksi cemerlang ini turut menjadi bukti bahwa Wilayah Kerja (WK) Rokan hingga kini masih memiliki potensi besar sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional.

"Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan cadangan dan produksi minyak nasional, tetapi juga memberikan optimisme besar bagi industri migas di Indonesia. Tentunya tidak terlepas dari kerja keras para anak bangsa yang terlibat di dalamnya, para pekerja yang teruji dan terus berinovasi dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional," kata Ruby dikutip, Senin (24/11/2025).

Sumur AH030 dibor menggunakan teknik pemboran miring berarah (directional drilling) dengan mengusung konsep pengembangan "local attic development". Pemboran menyasar Reservoir Menggala Formation (Fm) pada lapisan batuan MN-5580, dengan lapisan tambahan BK-5000 dan MN-5540.

Pemboran dilakukan dalam waktu tiga minggu dengan mengedapankan operasi yang lancar aman dan selamat. Kinerja positif dan efisien para pekerja di lapangan menjadi langkah maju dalam mencapai target produksi demi mewujudkan swasembada energi sebagaimana Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca Juga: Pertamina Injeksi Perdana Surfactant PHR 24, Dorong Produksi Migas Nasional

"Capaian produksi ini menunjukkan keberhasilan strategi pengembangan Lapangan Ampuh yang efektif, kolaboratif, dan terintegrasi antara tim bawah tanah (subsurface), reservoir, drilling serta operasi produksi," ujar Ruby.

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) tersebut.

"Hasil uji produksi dari sumur Ampuh AH030-NW1 menunjukkan bahwa upaya inovasi teknis dan optimalisasi sumber daya manusia di WK Rokan membuahkan hasil nyata. Ini adalah sinyal positif bagi pencapaian target produksi nasional 2026," ujar Djoko Siswanto.

Lebih lanjut, Djoko menambahkan bahwa hasil ini menjadi pemicu semangat untuk melanjutkan eksplorasi potensi tambahan produksi dari Low Quality Reservoir (LQR) yang saat ini sedang dievaluasi oleh SKK Migas dan PHR.

Upaya tersebut akan diarahkan untuk pengembangan melalui teknologi Multi Stage Fracturing (MSF) di beberapa titik potensial di WK Rokan.

SKK Migas menilai capaian uji produksi ini sebagai indikator keberhasilan kolaborasi pemerintah, industri hulu migas nasional dan Pertamina Hulu Rokan, serta langkah nyata menuju target produksi minyak nasional tahun 2026 sebesar 610 ribu BOPD yang merupakan target APBN 2026.

"Kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dimana keberhasilan MSF di PHE dapat dijadikan contoh bagi seluruh KKKS, Kami segera menginstruksikan kepada Pertamina dan KKKS lainnya agar dilakukan pekerjaan MSF sebanyak 100 sumur dan pengeboran di lapangan lapangan yang baru ditemukan saat pengeboran eksplorasi sebanyak 100 sumur baik onshore maupun offshore" tutur Djoko.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.