Akurat

Jelang Nataru 2026, Wamendag Pantau Harga Pangan di Madiun

Yosi Winosa | 17 November 2025, 15:26 WIB
Jelang Nataru 2026, Wamendag Pantau Harga Pangan di Madiun

AKURAT.CO Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti meninjau ketersediaan dan harga bahan pangan pokok di Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (17/11/2025). 

Kunjungan dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta harga tetap sesuai acuan pemerintah menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
 
Didampingi Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, Wamendag menelusuri sejumlah lapak di Pasar Besar. 
 
Dirinya berdialog dengan pedagang untuk mengetahui langsung kondisi pasokan, terutama komoditas yang sering mengalami fluktuasi harga pada periode akhir tahun.
 
“Ini bagian dari langkah pemerintah pusat memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah jelang Nataru. Jika ada harga di atas acuan atau HET, kami catat dan telusuri masalah distribusinya,” ujar Dyah Roro Esti.
 
 
Komoditas yang dipantau meliputi beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, buah-buahan, dan berbagai produk hortikultura. Berdasarkan pemantauan sementara, harga di Pasar Besar Madiun dinilai masih dalam kondisi wajar.
 
Meski demikian, Wamendag menegaskan pemerintah tetap memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta Badan Pangan Nasional untuk mengantisipasi potensi kendala di lapangan.
 
“Sinergi lintas kementerian dengan pemda adalah kunci pengendalian harga. Itu selalu ditekankan Bapak Presiden,” ujarnya.
 
Dalam kunjungan tersebut, Dyah Roro juga mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Madiun melalui program Warung Tekan Inflasi atau Wartek. Program tersebut dianggap efektif menjaga ketersediaan stok ketika pasokan di pasar mulai berkurang.
 
“Jika stok pasar menipis, suplai dari Wartek bisa menjadi penyangga. Ini membantu agar harga tidak melonjak karena kelangkaan barang. Inovasi seperti ini belum tentu dimiliki daerah lain,” katanya.
 
Terkait naik-turunnya harga telur di sejumlah wilayah, Wamendag menjelaskan hal itu dipengaruhi meningkatnya serapan untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG), salah satu prioritas pemerintah.
 
Menurutnya, pedagang kini memiliki pelanggan tetap karena sebagian pasokan telur disalurkan untuk kebutuhan lintas daerah. 
 
Tantangannya adalah menjaga keseimbangan suplai antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat umum. “Yang penting stok tetap tersedia dan harga tidak terganggu,” imbuhnya.
 
Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, memastikan pasokan pangan di wilayahnya dalam kondisi aman. Pemkot terus berkoordinasi dengan Bulog, pabrik gula, serta petani dari sentra produksi guna menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang.
 
“Kami pastikan pasokan aman. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar masyarakat tidak terdampak gejolak harga,” ujar Bagus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa