Cara Aman Menabung Emas Digital: Mudah, Praktis, tapi Tetap Perlu Strategi

AKURAT.CO Tren menabung emas digital terus naik seiring berkembangnya teknologi finansial. Cara ini dinilai lebih praktis, murah, dan cepat dibanding membeli emas fisik. Namun, agar hasil investasi optimal, ada strategi yang tetap perlu diperhatikan.
Emas digital adalah instrumen investasi yang memungkinkan seseorang membeli, menjual, dan menyimpan emas melalui platform online—tanpa perlu memegang emas fisik.
Meski berupa angka di aplikasi, kepemilikannya sah dan ditopang emas fisik yang disimpan lembaga terpercaya seperti Antam atau Pegadaian.
Keunggulan Menabung Emas Digital
1. Transaksi cepat dan fleksibel
Beli–jual emas bisa dilakukan kapan saja lewat aplikasi, tanpa harus datang ke toko.
2. Tidak perlu biaya penyimpanan fisik
Emas disimpan oleh platform, sehingga investor tidak perlu biaya sewa brankas atau khawatir hilang.
3. Aman dan transparan
Banyak platform memakai teknologi enkripsi atau bahkan blockchain. Beberapa juga menyediakan asuransi kepemilikan.
4. Likuiditas tinggi
Emas bisa dicairkan kapan saja dan bahkan dapat dicetak menjadi emas fisik bila diperlukan.
Baca Juga: Perbedaan Federalisme dan Desentralisasi: Siapa Lebih Berkuasa, Pusat atau Daerah?
5. Harga lebih kompetitif
Karena tanpa biaya cetak dan penyimpanan, selisih harga beli–jual (spread) lebih kecil.
Risiko dan Tantangan Emas Digital
1. Fluktuasi harga global
Harga emas berubah mengikuti kondisi ekonomi dunia. Jika menjual di waktu yang salah, investor bisa rugi.
2. Ketergantungan pada platform
Gangguan sistem, aplikasi error, atau server down dapat menghambat transaksi.
3. Ancaman keamanan digital
Ada risiko peretasan, sehingga keamanan akun menjadi sangat penting.
4. Regulasi yang terus berkembang
Instrumen ini masih baru, sehingga aturan dapat berubah sewaktu-waktu.
5. Tidak menghasilkan pendapatan pasif
Seperti emas fisik, emas digital tidak memberi bunga atau dividen.
Strategi Aman Menabung Emas Digital
1. Gunakan platform resmi
Pilih penyedia yang terdaftar di Bappebti atau OJK, seperti Pegadaian, Treasury, atau platform bereputasi baik lainnya.
2. Manfaatkan fitur auto-invest
Pembelian rutin (dollar cost averaging) membantu mengurangi risiko harga dan membangun kebiasaan disiplin.
3. Perkuat keamanan akun
Gunakan password kuat dan aktifkan 2FA untuk mencegah peretasan.
4. Pantau harga dan kondisi ekonomi
Ikuti tren harga emas dan faktor global yang memengaruhinya untuk menentukan momen beli atau jual.
Baca Juga: Penjelasan Quantitative Easing: Suntikan Darurat yang Menghidupkan Ekonomi Saat Krisis
5. Simpan bukti transaksi
Arsipkan setiap transaksi dan cek saldo secara berkala.
6. Pahami biaya platform
Ketahui biaya administrasi, spread harga, hingga biaya pencetakan agar tidak ada kejutan di kemudian hari.
Menabung emas digital adalah pilihan investasi modern yang mudah, terjangkau, dan fleksibel. Namun, seperti instrumen lain, tetap perlu strategi dan kehati-hatian.
Dengan memilih platform terpercaya, disiplin menabung, serta memahami risiko dan biaya, emas digital dapat menjadi cara cerdas membangun kekayaan jangka panjang.
Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










