Kemenperin Gandeng Ericsson dan Qualcomm, Sipakan Talenta Digital Untuk Industri Masa Depan

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ketahanan dan daya saing industri nasional dengan menggandeng perusahaan global, salah satunya Ericsson dan Qualcomm.
Kerja sama ini dilakukan lewat Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0) di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, dengan menyelenggarkan Hackathon 2025 bertema “Indonesia’s NextGen Digital Sprint with 5G and AI", bersama juga Komdigi.
Setelah sukses pada 2024, kompetisi kolaboratif ini kembali digelar dengan jangkauan lebih luas, melibatkan talenta muda, startup, dan pengembang untuk menciptakan prototipe berbasis teknologi 5G dan Artificial Intelligence (AI).
Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi menekankan, Indonesia membutuhkan SDM yang tidak sekadar mampu menggunakan teknologi, tetapi juga menciptakannya.
Baca Juga: Hackathon 2025: Ericsson, Qualcomm dan Pemerintah Dorong Inovasi 5G dan AI di Indonesia
“Hackathon ini sejalan dengan arah pembangunan industri nasional dalam Making Indonesia 4.0 serta visi Indonesia menjadi 10 besar ekonomi dunia tahun 2030. Kuncinya adalah transformasi teknologi, penguatan inovasi, dan digitalisasi manufaktur,” ujar Doddy dikutip dari laman Kemenperin, Minggu (16/11/2025).
Kepala Pusdiklat SDM Industri, Sidik Herman menambahkan, industri kini semakin optimistis terhadap perbaikan proses bisnis dan peluang inovasi digital.
“Hackathon bukan hanya kompetisi, tetapi laboratorium inovasi yang mempertemukan kreativitas, teknologi, dan tantangan nyata industri. Fokus kita pada AI generatif, 5G, IoT, robotics, dan edge computing memberi ruang bagi talenta Indonesia untuk menjawab pain points industri,” tambahnya.
Tahun ini, tantangan yang diangkat berasal dari sektor otomotif, alat kesehatan, serta makanan dan minuman. Dengan demikian, solusi yang dikembangkan tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dan dapat diterapkan langsung dalam proses industri.
Direktur Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal juga menegaskan pentingnya adopsi teknologi baru di sektor manufaktur.
“Kami berharap banyak inovasi lahir dari pemanfaatan 5G dan AI untuk menjawab kebutuhan industri. Pemanfaatan AI kini berkembang pesat dan berpotensi besar meningkatkan kinerja manufaktur,” ujar Ronni.
Tambahan informasi, berbagai inisiatif dilakukan Kemenperin untuk menyiapkan talenta digital industri masa depan. Misalnya Making Indonesia 4.0yang meluncur pada 2018, mendorong sektor industri untuk mengadopsi teknologi mutakhir guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing global.
“Keberhasilan implementasi industri 4.0 tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia serta kematangan proses bisnis,” kata Menperin Agus Gumiwang.
Untuk mendukung percepatan industrial digitalization, Kemenperin mengembangkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) sebagai standar pengukuran kesiapan digital industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










