Lebih dari 60 Persen Masyarakat Pilih Rumah Tapak, LPKR Perkuat Posisi Lewat Park Serpong

AKURAT.CO Data terbaru Rumah123 memperlihatkan bahwa rumah tapak masih tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia. Sebanyak 62,4% masyarakat masih memilih rumah tapak sebagai tipe hunian idaman sepanjang paruh pertama tahun 2025.
“Rumah tapak masih menjadi favorit masyarakat. Permintaannya jauh melampaui jenis properti lainnya,” ujar Head of Research Rumah123, Marisa Jaya.
Adapun dari sisi wilayah, Tangerang mendominasi pasar sebagai area dengan permintaan rumah tertinggi secara nasional, berkontribusi 16,8% dari total permintaan. Di bawahnya menyusul Jakarta Selatan (11,4%) dan Jakarta Barat (9,8%). Ini menegaskan posisi Tangerang sebagai kawasan hunian yang kian menarik berkat akses transportasi yang membaik dan banyaknya pengembangan kawasan baru.
Baca Juga: Momentum Positif Properti 2025, LPKR Optimistis Lanjutkan Pertumbuhan di Tengah Tantangan
Data Rumah123 juga mengungkap kelompok usia 45–54 tahun menjadi pembeli rumah terbanyak di paruh pertama 2025, dengan porsi 26,5%.
Marisa menjelaskan, kelompok ini umumnya telah memiliki kestabilan finansial yang lebih matang, sehingga lebih siap mengambil keputusan besar seperti membeli rumah. Namun, generasi muda tidak bisa diabaikan. Kelompok usia 25–34 tahun (Gen Z akhir dan Milenial awal) menyumbang 25,5% dari total permintaan, diikuti oleh usia 18–24 tahun sebesar 21,3%.
Menurut Marisa Jaya, meski daya beli generasi muda belum sekuat kelompok usia senior, antusiasme Gen Z dan Milenial terhadap properti sangat tinggi. Hal ini membuka peluang besar bagi pelaku industri untuk mengarahkan strategi edukasi, pemasaran, hingga skema pembiayaan yang lebih ramah bagi pembeli muda.
Mengantisipasi momentum positif tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), platform real estate dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, melalui LippoLand, terus memperkuat kehadirannya dengan menghadirkan produk hunian dan komersial terbaru di kawasan Park Serpong, Tangerang.
Meski pasar properti masih diwarnai tantangan makroekonomi dan daya beli masyarakat yang fluktuatif, LPKR tetap mencatatkan pra penjualan Rp4,02 triliun hingga Kuartal III-2025. Angka tersebut setara 64% dari target tahunan perusahaan.
Kinerja ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap hunian tapak terjangkau dan premium, yang menyumbang 70% dari total pra penjualan. Produk-produk tersebut diminati oleh pembeli rumah pertama (first-time buyers) maupun end-user yang mencari hunian berkualitas dengan nilai investasi tinggi. Dua proyek unggulan, yaitu Park Serpong tahap 4 & 5 serta Metropolis Marq Estate di Kota Tangerang, menjadi pendorong utama pencapaian ini.
Secara finansial, pendapatan segmen real estat tumbuh 74% year-on-year menjadi Rp5,5 triliun, didukung oleh serah terima unit yang tepat waktu, sementara EBITDA mencapai Rp843 miliar, hasil dari efisiensi operasional dan eksekusi proyek yang optimal.
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, LPKR membukukan kinerja kuat. Perseroan mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp368 miliar, dengan pendapatan mencapai Rp6,51 triliun dan EBITDA sebesar Rp997 miliar. LPKR juga menjaga posisi likuiditas yang solid sebesar Rp2,2 triliun, menegaskan manajemen keuangan yang sehat dan terkendali.
“Kami bangga atas kinerja sembilan bulan pertama yang solid, didukung oleh serah terima produk tepat waktu dan strategi bisnis yang disiplin,” ujar John Riady, CEO Grup Lippo Indonesia.
“Strategi perumahan terjangkau yang dipadukan dengan proyek premium terbukti efektif mendorong pertumbuhan penjualan, sekaligus memperkuat struktur permodalan kami melalui pengurangan utang yang berkelanjutan,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










