Pertamina Pastikan Kualitas BBM Aman, 560 SPBU di Jawa Timur Sudah Diperiksa
Yosi Winosa | 11 November 2025, 16:42 WIB

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa kualitas dan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina tetap aman dan terjamin.
Hal ini disampaikan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait BBM di beberapa daerah, termasuk Jawa Timur.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri mengatakan imbas kejadian di Jawa Timur pihaknya sudah mengirimkan tim untuk mengecek SPBU.
“Iya itu kan kemarin kami juga turunkan tim dari, kemarin juga didamping ESDM, BPH Migas, Bahkan untuk di beberapa daerah Kami juga sudah membentuk posko-posko,” kata Simon di Kementerian ESDM dikutip, Selasa (11/11/2025).
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri mengatakan imbas kejadian di Jawa Timur pihaknya sudah mengirimkan tim untuk mengecek SPBU.
“Iya itu kan kemarin kami juga turunkan tim dari, kemarin juga didamping ESDM, BPH Migas, Bahkan untuk di beberapa daerah Kami juga sudah membentuk posko-posko,” kata Simon di Kementerian ESDM dikutip, Selasa (11/11/2025).
Baca Juga: Motor Konsumen 'Brebet' Usai Isi Pertalite, Pertamina dan ESDM Sidak SPBU di Jatim
Simon menjelaskan, sebagai tindak lanjut dari kasus tersebut di Jawa Timur terdapat sekitar 32 bengkel mitra yang siap menampung konsumen yang merasa mengalami gangguan.
Masyarakat yang ingin memeriksa BBM diminta membawa struk pembelian, sehingga tim Pertamina dapat menelusuri sumber pengisian dan melakukan pengecekan langsung di SPBU terkait.
“Karena dengan struk itu kan kita tahu pengisiannya di mana Pengisiannya di SPBU dimana, itu pun kita akan kirimkan tim untuk cek di SPBU setempat,” ujarnya.
Terkait cakupan pengecekan, Simon menyebutkan bahwa di Jawa Timur terdapat sekitar 700 SPBU, dan hingga dua hari lalu pengecekan telah dilakukan di 560 SPBU.
“Ya semua kan dicek Kan kita ada tim dan setiap hari kan mereka sebenarnya melakukan pengecekan dan apabila ya apa ya intinya itulah, intinya kita sangat menghormati juga masukan-masukan dari masyarakat,” tutur Simon.
Diberitakan sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menyampaikan permohonan maaf atas munculnya ketidaknyamanan atas adanya insiden tersebut.
Adapun, beberapa hari terakhir, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menerima aduan dari konsumen mengenai produk Pertalite yang terindikasi menimbulkan gangguan pada mesin kendaraan bermotor.
Diantaranya keluhan konsumen terjadi dinarea Lamongan, Gresik, Bojonegoro, Tuban, Surabaya, Sidoarjo dan Malang.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa seluruh proses distribusi BBM telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, termasuk pemeriksaan mutu produk melalui pengujian laboratorium sebelum disalurkan kepada masyarakat.
“Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai serta mutu produk BBM yang diterima masyarakat sesuai dengan regulasi yang berlaku. Setiap tahapan distribusi dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga,” kata Ahad dalam keterangannya, Rabu (29/10/2025) malam.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga telah melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan terhadap produk Pertalite.
Produk tersebut diketahui berasal dari Terminal BBM Tuban dan Terminal BBM Surabaya sebagai mayoritas supply point BBM area terdampak dan hasilnya BBM dinyatakan on spec sesuai spesifikasi.
Simon menjelaskan, sebagai tindak lanjut dari kasus tersebut di Jawa Timur terdapat sekitar 32 bengkel mitra yang siap menampung konsumen yang merasa mengalami gangguan.
Masyarakat yang ingin memeriksa BBM diminta membawa struk pembelian, sehingga tim Pertamina dapat menelusuri sumber pengisian dan melakukan pengecekan langsung di SPBU terkait.
“Karena dengan struk itu kan kita tahu pengisiannya di mana Pengisiannya di SPBU dimana, itu pun kita akan kirimkan tim untuk cek di SPBU setempat,” ujarnya.
Terkait cakupan pengecekan, Simon menyebutkan bahwa di Jawa Timur terdapat sekitar 700 SPBU, dan hingga dua hari lalu pengecekan telah dilakukan di 560 SPBU.
“Ya semua kan dicek Kan kita ada tim dan setiap hari kan mereka sebenarnya melakukan pengecekan dan apabila ya apa ya intinya itulah, intinya kita sangat menghormati juga masukan-masukan dari masyarakat,” tutur Simon.
Diberitakan sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menyampaikan permohonan maaf atas munculnya ketidaknyamanan atas adanya insiden tersebut.
Adapun, beberapa hari terakhir, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menerima aduan dari konsumen mengenai produk Pertalite yang terindikasi menimbulkan gangguan pada mesin kendaraan bermotor.
Diantaranya keluhan konsumen terjadi dinarea Lamongan, Gresik, Bojonegoro, Tuban, Surabaya, Sidoarjo dan Malang.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa seluruh proses distribusi BBM telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, termasuk pemeriksaan mutu produk melalui pengujian laboratorium sebelum disalurkan kepada masyarakat.
“Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai serta mutu produk BBM yang diterima masyarakat sesuai dengan regulasi yang berlaku. Setiap tahapan distribusi dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga,” kata Ahad dalam keterangannya, Rabu (29/10/2025) malam.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga telah melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan terhadap produk Pertalite.
Produk tersebut diketahui berasal dari Terminal BBM Tuban dan Terminal BBM Surabaya sebagai mayoritas supply point BBM area terdampak dan hasilnya BBM dinyatakan on spec sesuai spesifikasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










