Akurat

RDMP Balikpapan Masuki Tahap Akhir, Pertamina Siapkan Pengoperasian RFCC

Andi Syafriadi | 10 November 2025, 20:50 WIB
RDMP Balikpapan Masuki Tahap Akhir, Pertamina Siapkan Pengoperasian RFCC

 

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) mengungkapkan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan masih berjalan sesuai rencana dan tengah memasuki tahap akhir persiapan operasional.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri mengata bahwa kegiatan yang berlangsung hari ini merupakan pengoperasian Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex hasil Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

“Belum, hari ini belum jadi. Kita masih menunggu kesesuaian jadwal. Di lapangan prosesnya sudah terus berjalan. Jadi tinggal masalah waktu saja, menunggu sinkronisasi dengan kementerian,” ujar Simon di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Baca Juga: BP-AKR Bakal Tambah Pembelian BBM Lewat Pertamina, Segini Jumlahnya

Simon menyebutkan bahwa Pertamina juga berharap Presiden dapat hadir dalam peresmian proyek strategis nasional tersebut, mengingat progres fisik kilang terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Selain pengerjaan fasilitas utama RDMP, Pertamina juga menargetkan penyelesaian unit naphtha block untuk produksi bensin pada 2026. Sementara itu, fasilitas Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang memproduksi solar, avtur, dan LPG telah memasuki tahap integrasi.

“Karena bukan hanya RDMP, tapi ada juga terminal Tanjung Batu, yang Lawe-Lawe, ada pipa dari Senipah. Jadi prosesnya memang integrated gitu,” ujarnya.

Terkait jadwal operasional komersial, Simon mengatakan kilang sudah mulai memasuki fase uji coba, namun peresmian resmi masih ditunggu agar keseluruhan proses dapat berjalan sesuai prosedur.

“sekarang sambil persiapan-persiapan, tapi sudah ada juga uji coba yang kita lakukan. Tinggal harusnya sambil menunggu ini lah, menunggu peresmiannya,” tutur Simon.

Adapun, Kilang Pertamina Internasional awal sebagai bagian dari rangkaian tahapan start up unit utama pengolahan atau Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex hasil Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Unit RFCC merupakan unit utama kilang, sebagai jantung modernisasi kilang yang akan memproduksi bahan bakar berstandar setara Euro V dan meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi Kilang Balikpapan.

Proyek RDMP Balikpapan sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), melalui anak usahanya PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

Baca Juga: KPK Periksa Mantan Direktur PT PINS dalam Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina

Dengan nilai investasi mencapai USD7,4 miliar atau setara dengan sekitar Rp120 triliun, proyek ini menjadi modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan salah satu proyek energi paling strategis di Asia Tenggara.

Poyek strategis dalam rangka revitalisasi kilang domestik ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat hilirisasi energi dan kemandirian industri migas nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri, serta memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Proyek RDMP Balikpapan telah menyelesaikan beberapa tahapan proyek penting yakni keberhasilan uji coba kapasitas Unit Penyulingan sehingga menambah kapasitas pengolah minyak mentah dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari dan commissioning sarana tambat Single Point Mooring (SPM) 320.000 DWT untuk penyandaran kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC).

Kemudian, penyelesaian pembangunan dua unit Tangki Penyimpanan Minyak Mentah Baru dengan masing-masing berkapasitas 1 juta barel di Lawe -lawe serta keberhasilan pengoperasian unit Pemurnian LPG dengan kapasitas produksi saat ini 43 ribu ton per tahun.

"Hari ini akan dilakukan pengoperasian awal Unit RFCC Complex. Untuk memohon kelancaran proses tersebut, kami melaksanakan kegiatan doa bersama agar tahapan-tahapan yang akan dilalui bisa berjalan aman dan lancar," kata Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.