PLN Operasikan Kembali Jaringan Kabel Laut Sumatera-Bangka Sirkit II
Dedi Hidayat | 9 November 2025, 15:51 WIB

AKURAT.CO PT PLN (Persero) memperkuat sistem kelistrikan di Kepulauan Bangka Belitung melalui pengoperasian kembali Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) dan Saluran Kabel Tanah Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kilovolt (kV) Sumatera–Bangka line kedua (Sirkit II).
Langkah strategis ini tidak hanya meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pasca kerusakan SKLT Sirkit II pada kabel phasa R di jarak 14,7 kilometer (km) dari arah landing point Tanjung Carat menuju Tanjung Muntok tahun 2023, PLN melakukan upaya pemulihan menyeluruh mulai dari inspeksi teknis, uji keandalan, hingga sinkronisasi sistem.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar menyampaikan bahwa beroperasinya kembali interkoneksi di Bangka Belitung menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem kelistrikan nasional, sekaligus wujud nyata keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pasca kerusakan SKLT Sirkit II pada kabel phasa R di jarak 14,7 kilometer (km) dari arah landing point Tanjung Carat menuju Tanjung Muntok tahun 2023, PLN melakukan upaya pemulihan menyeluruh mulai dari inspeksi teknis, uji keandalan, hingga sinkronisasi sistem.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar menyampaikan bahwa beroperasinya kembali interkoneksi di Bangka Belitung menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem kelistrikan nasional, sekaligus wujud nyata keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Baca Juga: PLN EPI dan Timas Suplindo Teken Kontrak Pipa Gas WNTS–Pemping
“Listrik yang andal bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi penggerak utama ekonomi bangsa. Kami ingin memastikan setiap daerah, termasuk wilayah kepulauan, merasakan manfaat langsung dari transformasi kelistrikan yang tengah kami jalankan,” kata Suroso dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025).
Dengan beroperasinya kembali jaringan interkoneksi ini, kapasitas transfer daya dari sistem Sumatera ke sistem Bangka meningkat dari 60 megawatt (MW) menjadi 100 MW.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan, Zaky Adikta menjelaskan bahwa proses pemulihan interkoneksi kelistrikan ini mencakup pekerjaan pemulihan SKLT sepanjang 36 km dan SKTT sepanjang 3,9 km, yang menghubungkan Sistem Sumatera dan Sistem Bangka melalui landing point di Tanjung Carat – Muntok.
Ia menegaskan, seluruh proses pekerjaan dilakukan dengan menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat, guna memastikan setiap tahapan berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Meski menghadapi tantangan teknis di lapangan, seluruh proses dapat diselesaikan dengan baik berkat dukungan pemerintah daerah, mitra kerja, dan sinergi seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Ira Savitri menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat atas kembali beroperasinya kabel laut Sumatera–Bangka Sirkit II.
“Dengan tambahan daya ini, kami semakin siap mendukung pertumbuhan ekonomi, sektor industri, dan pelayanan publik. Ini adalah hasil nyata dari kerja keras tim di lapangan dan dukungan penuh pemerintah serta masyarakat,” pungkas Ira.
Di sisi lain, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani menyampaikan apresiasi atas beroperasinya kembali interkoneksi 150 kV Sumatera–Bangka Sirkit II, sehingga pasokan listrik lebih andal dan konektivitas antar pulau semakin kuat.
Dengan bertambahnya daya mampu listrik di Babel, pihaknya optimistis iklim investasi akan semakin meningkat karena ketersediaan listrik yang andal adalah kunci utama bagi para investor.
“Hal ini tentu akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Babel,” ujar Hidayat.
“Listrik yang andal bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi penggerak utama ekonomi bangsa. Kami ingin memastikan setiap daerah, termasuk wilayah kepulauan, merasakan manfaat langsung dari transformasi kelistrikan yang tengah kami jalankan,” kata Suroso dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025).
Dengan beroperasinya kembali jaringan interkoneksi ini, kapasitas transfer daya dari sistem Sumatera ke sistem Bangka meningkat dari 60 megawatt (MW) menjadi 100 MW.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan, Zaky Adikta menjelaskan bahwa proses pemulihan interkoneksi kelistrikan ini mencakup pekerjaan pemulihan SKLT sepanjang 36 km dan SKTT sepanjang 3,9 km, yang menghubungkan Sistem Sumatera dan Sistem Bangka melalui landing point di Tanjung Carat – Muntok.
Ia menegaskan, seluruh proses pekerjaan dilakukan dengan menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat, guna memastikan setiap tahapan berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Meski menghadapi tantangan teknis di lapangan, seluruh proses dapat diselesaikan dengan baik berkat dukungan pemerintah daerah, mitra kerja, dan sinergi seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Ira Savitri menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat atas kembali beroperasinya kabel laut Sumatera–Bangka Sirkit II.
“Dengan tambahan daya ini, kami semakin siap mendukung pertumbuhan ekonomi, sektor industri, dan pelayanan publik. Ini adalah hasil nyata dari kerja keras tim di lapangan dan dukungan penuh pemerintah serta masyarakat,” pungkas Ira.
Di sisi lain, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani menyampaikan apresiasi atas beroperasinya kembali interkoneksi 150 kV Sumatera–Bangka Sirkit II, sehingga pasokan listrik lebih andal dan konektivitas antar pulau semakin kuat.
Dengan bertambahnya daya mampu listrik di Babel, pihaknya optimistis iklim investasi akan semakin meningkat karena ketersediaan listrik yang andal adalah kunci utama bagi para investor.
“Hal ini tentu akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Babel,” ujar Hidayat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










