Menkop Ferry Dorong Koperasi Masjid Jadi Pilar Ekonomi Umat

AKURAT.CO Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan pengejawantahan nilai-nilai Islam yang telah ada sejak 14 abad lalu.
Prinsip keadilan, tolong-menolong, dan kebersamaan menjadi landasan untuk membangun ekonomi umat yang kuat dan mandiri.
“Konsep koperasi berakar pada ajaran ta’awun, ukhuwah, dan syirkah. Kami berharap umat dapat membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh melalui pembentukan koperasi masjid,” kata Ferry dalam Rapat Kerja Nasional II Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kota Batu, Jawa Timur.
Dirinya menilai koperasi masjid dapat menjadi tiang penopang ekonomi umat sekaligus penggerak kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Menkop Ferry: Skema Rp3 Miliar per Kopdes Jadi Motor Ekonomi Baru di Desa
Melalui model usaha bersama yang berlandaskan syariah, koperasi masjid diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkeadilan dan berkeberkahan.
Menurut Ferry, keberhasilan koperasi masjid sangat bergantung pada integritas pengurusnya. “Amanah dan transparansi menjadi kunci utama. Pengelolaan harus profesional, laporan keuangan terbuka, dan hasil usaha dibagi secara adil,” ujarnya.
Selain menggerakkan usaha produktif, koperasi masjid juga diharapkan berperan sosial. Sebagian keuntungan dapat dialokasikan untuk beasiswa anak yatim, kegiatan dakwah, dan program pemberdayaan jamaah.
Baca Juga: Menkop Percepat Pembangunan 5.000 Kopdes Merah Putih, Target Maret 2026 Rampung
Kementerian Koperasi pun mendorong agar koperasi berbasis masjid masuk dalam kebijakan penguatan ekonomi kerakyatan nasional.
“Dengan pengelolaan yang baik, koperasi masjid bisa membuka akses permodalan, menyediakan kebutuhan pokok, serta memperkuat ekonomi lokal,” tambah Ferry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










