Akurat

Ramai Soal Sumber Air Aqua, Ini Komentar Kementerian ESDM 

Yosi Winosa | 23 Oktober 2025, 22:29 WIB
Ramai Soal Sumber Air Aqua, Ini Komentar Kementerian ESDM 

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal sumber air air minum Aqua yang berasal dari sumur bor, bukan dari air permukaan seperti air sungai atau pegunungan. 

Adapun, Aqua memberikan tanggapan bahwa sumber air yang digunakan bukan berasal dari permukaan atau sungai, melainkan dari akuifer dalam yang terlindungi secara alami. 

Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) Badan Geologi Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi mengatakan pihak dari Aqua sudah mengajukan izin untuk mengambil sumber air yang berasal dari akuifer tersebut.

“Aqua sudah berizin,” kata Agus kepada Akurat, Kamis (23/10/2025).

Agus menambahkan, pengambilan bahan baku menggunakan sumur bor lazim dilakukan oleh produsen dari air minum dalam kemasan (AMDK).“Produsen AMDK yang lain juga mengambil bahan baku menggunakan Sumur Bor,” tambah Agus.

Agus pun menjelaskan untuk kebutuhan industri dengan debit besar seperti AMDK, perusahaan diwajibkan mengambil air dari akuifer tertekan yang berada di kedalaman lebih dari 40 meter. 

Baca Juga: Berawal dari Sidak Dedi Mulyadi, Aqua Dituduh Bohongi Konsumen Soal Air dari Pegunungan, Ini Klarifikasinya!


Proses perizinan dilakukan secara ketat melalui uji konstruksi sumur dan uji pompa untuk memastikan keberlanjutan sumber air dan tidak mengganggu cadangan air tanah masyarakat.

“Dalam memberikan Izin, untuk debit besar dan digunakan untuk AMDK diwajibkan mengambil dari Aquifer Tertekan, dengan kedalaman lebih dari 40 meter diuji dengan kesesuaian konstruksi sumur dan uji pompa,” ujar Agus.

Lebih lanjut, ketika ditanya apakah apa yang dilakukan oleh Aqua sudah sesuai dengan Peraturan yang ada, Agus menyebut pemberian izin untuk Aqua sudah sesuai dengan aturan.

Sebab, Aqua kata Agus sudah melalukan persyaratan seperti konservasi air hingga pembangunan sumur resapan.

Adapun, aturan penggunaan air tanah berada dalam Peraturan Menteri ESDM No.14 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Izin Pengusahaan Air Tanah dan Persetujuan Penggunaan Air Tanah.

“Iya (sesuai aturan). Karena mereka juga melakukan program konservasi sumber air, penanaman pohon, pembangunan sumur resapan,” tutur Agus.

Diberitakan sebelumnya, Danone Indonesia memberikan klarifikasi terkait tayangan inspeksi mendadak (sidak) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke pabrik Aqua di Jawa Barat.

Dalam tayangan yang diunggah di akun Youtubenya, Dedi Mulyadi mengaku terkejut saat mengetahui bahwa sumber air Aqua berasal dari sumur bor, bukan dari air permukaan seperti air sungai atau pegunungan. 

Dalam keterangan tertulisnya, Danone menegaskan bahwa sumber air yang digunakan bukan berasal dari permukaan atau sungai, melainkan dari akuifer dalam yang terlindungi secara alami.

lAir Aqua berasal dari 19 sumber air pegunungan yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap sumber air dipilih melalui proses seleksi ketat yang melibatkan 9 kriteria ilmiah, 5 tahapan evaluasi, dan minimal 1 tahun penelitian," demikian keterangan resmi Danone, Rabu (22/10/2025). 

Danone menyebut, akuifer tersebut berada d kedalaman 60 hingga 140 meter, terlindungi lapisan kedap air sehingga bebas dari kontaminasi aktivitas manusia.

Perusahaan juga menegaskan seluruh proses penentuan titik sumber air selalu disertai kajian dampak lingkungan dan sosial.

Hasil studi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad), disebut Danone, memastikan bahwa sumber air AQUA tidak bersinggungan dengan air yang digunakan masyarakat sekitar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.