Riuh Penggunaan Etanol Dalam BBM, Bos Toyota Bilang Begini

AKURAT.CO Pemakain etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dinilai sudah lazim digunakan di beberapa negara.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam mengatakan adanya campuran etanol dalam BBM tidak menjadi masalah.
“Jadi nggak ada masalah itu 3,5 persen (campuran etanol). Banyak yang ngeributin missleading, menurut kita itu mislseading. Karena banyak negara juga di US, di India, di Thailand itu udah sampai E20, E10,” kata Bob Azam dikutip, Senin (13/10/2025).
Baca Juga: Pakar Nilai Kebijakan Etanol Bahlil Langkah Nyata Menuju Energi Hijau
Ketika ditanya apakah mendukung adanya campuran etanol dalam BBM, Bob Azam menyebut pihaknya mendukung.
Sebab, adanya etanol pada campuran BBM bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi impor BBM yang saat ini masih terus dilakukan pemerintah.
“Kalau sekarang kan kalau pake bensin kan import semua. Kalau pake etanol kita bisa substitusi. Jadi begitu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bob Azam menambahkan bahwa Toyota telah menyiapkan kendaraan yang kompatibel untuk campuran etanol sampai 20%.
Baca Juga: Swasembada Energi dan Terobosan Etanol, Langkah Nyata Menuju Kemandirian Nasional
“Bisa, sebenarnya kan tergantung mereknya. Kalau Toyota itu sampai 20 persen. Tapi mungkin merek lain itu sampai 10 persen,” tambahnya.
Indonesia Siap Mandatori E10
Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya bensin.
Salah satu upaya yang akan ditempuh adalah rencana penerapan kebijakan mandatori E10, yakni campuran 10% etanol dalam bensin.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan tersebut merupakan hasil arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan persetujuan awal untuk perencanaan mandatori E10.
“Kalau bensin ini 60% konsumsi bensin kita, itu masih impor. Maka ke depan kita akan mendorong untuk ada E10. Kemarin malam sudah kami rapat dengan Bapak Presiden. Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori 10% etanol,” kata Bahlil dalam acara detiksore on location di Sarinah, Selasa (7/10/20225).
Bahlil menambahkan penerapan campuran etanol dalam bensin tidak hanya bertujuan menekan impor, tetapi juga memperbaiki kualitas bahan bakar nasional agar lebih ramah lingkungan.
“Dengan demikian kita akan campur bensin kita dengan etanol. Tujuannya apa? Agar tidak kita impor banyak dan juga untuk membuat minyak yang bersih. Yang ramah lingkungan,” tambah Bahlil.
Etanol Telah Digunakan Secara Global
Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa penggunaan etanol dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan best practice yang telah diterapkan secara internasional.
Langkah ini sejalan dengan upaya global untuk menekan emisi karbon, meningkatkan kualitas udara, sekaligus mendukung transisi energi yang berkelanjutan.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan penggunaan etanol dalam BBM bukan hal baru, melainkan praktik yang sudah mapan secara global.
“Implementasi ini terbukti berhasil mengurangi emisi gas buang, menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil murni, serta mendukung peningkatan perekonomian masyarakat lokal melalui pemanfaatan bahan baku pertanian,” kata Roberth, Jumat (3/10/2025).
Etanol berasal dari tumbuhan seperti tebu atau jagung, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil murni. Dengan mencampurkan etanol ke dalam BBM, emisi gas buang kendaraan bisa berkurang sehingga kualitas udara lebih baik.
Berikut Negara di Dunia yang Sudah Menggunakan Etanol Sebagai Campuran di BBM
1. Brazil, tingkat campuran etanol berbasis tebu 27-100% (E27-E100)
2. Amerika Serikat, tingkat campuran etanol berbasis Jagung 10-85% (E10-E85)
3. Thailand, tingkat campuran etanol berbasis tebu dan singkong 20% (E20)
4. India, tingkat campuran etanol berbasis tebu 20% (E20)
5. Argentina, tingkat campuran etanol berbasis tebu 12% (E12)
6. Jerman, tingkat campuran etanol berbasis jagung dan gandum 10% (E10)
7. Vietnam tingkat campuran etanol berbasis tebu 10% (E10)
8. Filipina tingkat campuran etanol berbasis tebu 10% (E10)
9. Prancis tingkat campuran etanol berbasis gula dan jagung 10% (E10)
10. China, tingkat campuran etanol berbasis jagung 10% (E10)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










