Punya Semangat Wirausaha, Tenaga Kerja Mandiri Jadi Solusi Bangsa
Hefriday | 12 Oktober 2025, 19:08 WIB

AKURAT.CO Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan ketenagakerjaan di Indonesia.
Program ini dinilai mampu menjadi solusi strategis dalam mendorong semangat wirausaha, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
“TKM adalah solusi bangsa karena mereka memiliki semangat wirausaha. Saya sangat mengapresiasi para peserta TKM yang telah membuka usaha seperti bengkel, konveksi, maupun usaha roti dan kue,” ujar Yassierli di Jakarta, Minggu (12/10/2025).
Menaker menuturkan, program TKM dirancang tidak hanya untuk menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga untuk memperkuat perekonomian lokal berbasis potensi daerah.
Dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat, program ini menumbuhkan kemandirian sekaligus menekan angka pengangguran di berbagai wilayah.
Lebih lanjut, Yassierli menekankan bahwa penandatanganan kerja sama antara pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait program TKM menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang terintegrasi.
Lebih lanjut, Yassierli menekankan bahwa penandatanganan kerja sama antara pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait program TKM menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang terintegrasi.
Sinergi ini mencakup pelatihan teknis, konseling usaha, akses pembiayaan, serta perluasan jaringan pemasaran.
“Kami ingin memastikan setiap program TKM menjadi bagian dari ekosistem besar yang saling terhubung antara pelatihan, pembinaan usaha, akses pasar, dan dukungan permodalan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Yassierli juga mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas lokal, hingga peserta TKM untuk memperkuat kolaborasi.
“Kami ingin memastikan setiap program TKM menjadi bagian dari ekosistem besar yang saling terhubung antara pelatihan, pembinaan usaha, akses pasar, dan dukungan permodalan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Yassierli juga mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas lokal, hingga peserta TKM untuk memperkuat kolaborasi.
Menurutnya, keberhasilan program ini hanya dapat dicapai jika semua elemen bekerja bersama dengan visi yang sama dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dirinya menambahkan, kolaborasi lintas sektor tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan berkeadilan.
Dirinya menambahkan, kolaborasi lintas sektor tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan berkeadilan.
Program ini tidak hanya menciptakan pekerjaan, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar mampu menjadi pelaku usaha yang tangguh.
Yassierli menyadari masih banyak kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses peluang kerja, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan klien rehabilitasi narkotika.
Yassierli menyadari masih banyak kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses peluang kerja, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan klien rehabilitasi narkotika.
Dirinya menegaskan, Kementerian Ketenagakerjaan siap memberikan fasilitasi dan pendampingan agar kelompok rentan tersebut memperoleh kesempatan untuk bangkit dan mandiri.
“Kami siap membantu mereka yang membutuhkan dukungan, bimbingan, serta akses terhadap kesempatan kerja maupun kewirausahaan. Tidak boleh ada yang tertinggal dalam pembangunan ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker, Darmawansyah, menjelaskan bahwa pembekalan TKM ke depan tidak hanya berfokus pada penanggulangan pengangguran.
“Kami siap membantu mereka yang membutuhkan dukungan, bimbingan, serta akses terhadap kesempatan kerja maupun kewirausahaan. Tidak boleh ada yang tertinggal dalam pembangunan ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker, Darmawansyah, menjelaskan bahwa pembekalan TKM ke depan tidak hanya berfokus pada penanggulangan pengangguran.
Program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“TKM akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan daya saing usaha kecil, serta mendorong terciptanya lapangan kerja baru yang berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya.
Melalui berbagai bentuk pelatihan dan pendampingan, pemerintah berupaya agar para peserta TKM tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan manajerial dan akses ke ekosistem bisnis yang mendukung.
“TKM akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan daya saing usaha kecil, serta mendorong terciptanya lapangan kerja baru yang berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya.
Melalui berbagai bentuk pelatihan dan pendampingan, pemerintah berupaya agar para peserta TKM tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan manajerial dan akses ke ekosistem bisnis yang mendukung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









