Penutupan Pemerintah AS, Kadin Fokus Jaga Kapasitas Produksi
Hefriday | 12 Oktober 2025, 18:16 WIB

AKURAT.CO Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa dunia usaha nasional tetap fokus menjaga kapasitas produksi dan stabilitas ekonomi di tengah penutupan pemerintahan atau government shutdown yang terjadi di Amerika Serikat (AS).
Kondisi ini dinilai dapat mempengaruhi dinamika perdagangan global, termasuk ekspor Indonesia ke pasar utama dunia.
“Yang penting kita fokus saja untuk memastikan kapasitas kita tetap baik, terutama untuk produksi alas kaki, tekstil, dan garmen. Karena ternyata produk-produk itu juga yang diminati oleh pasar Uni Eropa dan Kanada,” ujar Anindya di Jakarta, Minggu (12/10/2025).
“Yang penting kita fokus saja untuk memastikan kapasitas kita tetap baik, terutama untuk produksi alas kaki, tekstil, dan garmen. Karena ternyata produk-produk itu juga yang diminati oleh pasar Uni Eropa dan Kanada,” ujar Anindya di Jakarta, Minggu (12/10/2025).
Dirinya menekankan pentingnya menjaga daya saing sektor manufaktur nasional agar tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global.
Baca Juga: Bos Kadin Apresiasi Program Magang Nasional, Regenerasi Dunia Usaha
Anindya, yang akrab disapa Anin, menjelaskan bahwa penutupan pemerintahan seperti ini bukanlah hal baru di Amerika Serikat. Sejarah mencatat, kondisi serupa telah berulang kali terjadi di berbagai masa pemerintahan presiden AS.
Anindya, yang akrab disapa Anin, menjelaskan bahwa penutupan pemerintahan seperti ini bukanlah hal baru di Amerika Serikat. Sejarah mencatat, kondisi serupa telah berulang kali terjadi di berbagai masa pemerintahan presiden AS.
“Itu bukan yang pertama kali. Di setiap periode presiden selalu ada saja government shutdown. Memang begitu cara mereka bekerja,” katanya.
Meskipun demikian, Anin menilai dampak shutdown tidak sepenuhnya melumpuhkan ekonomi Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa masih banyak aktivitas ekonomi dan perdagangan yang berjalan normal, termasuk hubungan dagang antara AS dan negara-negara lain, seperti Indonesia.
Meskipun demikian, Anin menilai dampak shutdown tidak sepenuhnya melumpuhkan ekonomi Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa masih banyak aktivitas ekonomi dan perdagangan yang berjalan normal, termasuk hubungan dagang antara AS dan negara-negara lain, seperti Indonesia.
Dengan demikian, pelaku usaha nasional tetap memiliki ruang untuk mempertahankan kinerja ekspor ke Negeri Paman Sam.
Di tengah kondisi global yang dinamis, Anin juga menyoroti pentingnya diversifikasi pasar ekspor. Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada satu atau dua negara mitra dagang.
Di tengah kondisi global yang dinamis, Anin juga menyoroti pentingnya diversifikasi pasar ekspor. Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada satu atau dua negara mitra dagang.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita tetap memonitor, menyikapi perkembangan global, dan membuka pasar alternatif seperti Kanada dan Uni Eropa,” ujarnya.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan ekspor Indonesia terhadap gejolak ekonomi internasional.
Penutupan pemerintahan federal AS sendiri dimulai pada Rabu (1/10/2025), setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan untuk meloloskan rancangan undang-undang (RUU) pendanaan jangka pendek.
Penutupan pemerintahan federal AS sendiri dimulai pada Rabu (1/10/2025), setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan untuk meloloskan rancangan undang-undang (RUU) pendanaan jangka pendek.
Akibatnya, ratusan ribu pegawai federal terpaksa mengambil cuti tanpa gaji, sementara sejumlah layanan publik dan penerbitan data ekonomi turut tertunda. Ini menjadi shutdown pertama di AS dalam hampir tujuh tahun terakhir.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara mitra dagang AS, termasuk Indonesia. Ketidakpastian politik dan fiskal di AS dapat berimbas pada aktivitas perdagangan dan investasi global, mengingat peran Amerika sebagai salah satu motor utama ekonomi dunia.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara mitra dagang AS, termasuk Indonesia. Ketidakpastian politik dan fiskal di AS dapat berimbas pada aktivitas perdagangan dan investasi global, mengingat peran Amerika sebagai salah satu motor utama ekonomi dunia.
Namun, kalangan pengusaha Indonesia menilai situasi ini masih dapat diantisipasi selama pemerintah dan dunia usaha menjaga stabilitas produksi dan permintaan domestik.
Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, di Washington DC pada Jumat (10/10/2025).
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama investasi dan kelanjutan negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat. Langkah ini menunjukkan bahwa komunikasi ekonomi bilateral tetap berjalan meskipun terjadi penutupan pemerintahan.
Dari sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa government shutdown telah sedikit menghambat proses negosiasi perdagangan antara Indonesia dan AS.
Dari sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa government shutdown telah sedikit menghambat proses negosiasi perdagangan antara Indonesia dan AS.
Namun, ia memastikan pemerintah akan segera berkoordinasi dengan Kantor Perwakilan Dagang AS atau United States Trade Representative (USTR) untuk memastikan kelanjutan pembahasan tarif dan kesepakatan dagang kedua negara.
Menanggapi hal tersebut, kalangan dunia usaha berharap agar pembicaraan mengenai kesepakatan dagang tetap dilanjutkan begitu kondisi di AS membaik.
Menanggapi hal tersebut, kalangan dunia usaha berharap agar pembicaraan mengenai kesepakatan dagang tetap dilanjutkan begitu kondisi di AS membaik.
Menurut Anindya, momentum ini dapat digunakan Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok global, terutama di sektor-sektor manufaktur unggulan.
“Kita harus tetap optimistis dan adaptif. Fokus kita adalah memastikan kapasitas produksi tetap terjaga agar bisa memenuhi permintaan pasar internasional,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










