Bos Kadin Apresiasi Program Magang Nasional, Regenerasi Dunia Usaha

AKURAT.CO Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menilai Program Magang Nasional 2025 yang digagas pemerintah menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
Menurutnya, program ini tidak hanya bermanfaat bagi para lulusan baru, tetapi juga membuka ruang inovasi bagi sektor industri.
“Yang penting dari program ini adalah bagaimana kita bisa menyerap adik-adik, anak-anak yang baru lulus dari perguruan tinggi. Perusahaan juga membutuhkan tenaga-tenaga baru dan pemikiran segar dari generasi muda agar inovasi bisa terus berjalan,” ujar Anindya di Jakarta, Minggu (12/10/2025).
Program Magang Nasional 2025 ini memberikan kesempatan kepada lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan di berbagai perusahaan.
Peserta akan menerima uang saku setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta setiap bulan selama masa pemagangan berlangsung.
Baca Juga: Pendaftaran Program Magang Nasional Dibuka Hingga 12 Oktober 2025, Menaker: Tak Perlu Buru-buru
Anindya menilai, kebijakan pemberian uang saku oleh pemerintah merupakan bentuk dukungan konkret terhadap peningkatan kualitas tenaga kerja muda.
“Ini pemerintah memberikan UMK dalam program magang, saya rasa sangat bagus. Artinya, ada apresiasi terhadap kontribusi mereka di dunia kerja,” katanya.
Dirinya menambahkan, program ini sekaligus menjadi jembatan bagi perusahaan untuk menemukan talenta baru yang siap beradaptasi dengan kebutuhan industri.
Dunia usaha, menurut Anindya, selalu membutuhkan energi muda dan ide-ide segar agar transformasi bisnis dapat berjalan berkesinambungan.
Lebih lanjut, Anindya berharap kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta bisa diperluas agar cakupan program magang menjadi lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Ke depan, kerja sama ini perlu diperluas agar tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Dengan begitu, pemerataan kesempatan kerja juga bisa terwujud,” ujarnya.
Pemerintah sendiri menargetkan sebanyak 20.000 peserta untuk tahap awal program ini, dan akan memperluas kuota menjadi 100.000 peserta di tahap berikutnya.
Anindya menilai, peningkatan kuota tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di pasar kerja.
Selain uang saku, peserta juga akan mendapatkan perlindungan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JM) dari BPJS Ketenagakerjaan.
Peserta akan didampingi oleh mentor profesional di perusahaan tempat mereka magang dan memperoleh sertifikat setelah menyelesaikan program dengan baik.
Sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 8 Tahun 2025, program ini ditujukan bagi lulusan diploma (D1–D4) dan sarjana (S1) yang lulus maksimal satu tahun sebelum pendaftaran.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform resmi maganghub.kemnaker.go.id, dengan periode pendaftaran mulai 1 Oktober 2024 hingga 30 September 2025.
Anindya optimistis, kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri dalam Magang Nasional 2025 akan melahirkan ekosistem kerja yang lebih adaptif dan produktif.
“Dengan adanya generasi muda yang berani berinovasi dan mau belajar, dunia usaha akan semakin kuat menghadapi perubahan global,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









