Bulog Sambut Rencana Pemerintah Bangun 100 Gudang Baru
Hefriday | 30 September 2025, 13:06 WIB

AKURAT.CO Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyambut baik rencana pemerintah membangun 100 gudang baru untuk menambah kapasitas penyimpanan pangan nasional.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Bulog terhadap sewa gudang yang selama ini membebani operasional.
Menurut Ahmad Rizal, keterbatasan fasilitas penyimpanan selama ini menjadi kendala besar dalam menjaga stabilitas pangan. Stok beras yang mencapai 4,2 juta ton pada Juni 2025, misalnya, memaksa Bulog menyewa gudang tambahan di berbagai wilayah.
“Sekarang kita akan membangun gudang agar nanti tidak perlu sewa lagi. Kapasitas yang memadai akan mempermudah pengelolaan stok pangan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Selain sebagai tempat penyimpanan, gudang baru nantinya juga akan dilengkapi dengan rice milling unit (RMU) dan silo. Fasilitas ini diharapkan membuat sistem pengelolaan beras dan komoditas pangan lain menjadi lebih modern dan efisien.
Menurut Ahmad Rizal, keterbatasan fasilitas penyimpanan selama ini menjadi kendala besar dalam menjaga stabilitas pangan. Stok beras yang mencapai 4,2 juta ton pada Juni 2025, misalnya, memaksa Bulog menyewa gudang tambahan di berbagai wilayah.
“Sekarang kita akan membangun gudang agar nanti tidak perlu sewa lagi. Kapasitas yang memadai akan mempermudah pengelolaan stok pangan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Selain sebagai tempat penyimpanan, gudang baru nantinya juga akan dilengkapi dengan rice milling unit (RMU) dan silo. Fasilitas ini diharapkan membuat sistem pengelolaan beras dan komoditas pangan lain menjadi lebih modern dan efisien.
Baca Juga: Tito Minta Daerah dengan Inflasi Tinggi Perkuat Koordinasi dengan BPS dan Bulog
Rencana pembangunan gudang, kata Ahmad Rizal, akan diprioritaskan di daerah yang belum memiliki fasilitas penyimpanan Bulog. Wilayah dengan potensi komoditas unggulan, seperti jagung di Gorontalo dan Sumbawa, akan difasilitasi dengan gudang multifungsi.
“Gudang ini bisa untuk beras, bisa untuk jagung. Jadi fleksibel mengikuti kebutuhan dan potensi wilayah,” jelasnya.
Bulog menilai tambahan gudang baru akan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan distribusi yang lebih merata, stok pangan dapat lebih mudah dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan gudang modern tersebut. Alokasi dana diperkirakan mencapai Rp5 triliun.
Prabowo menyebut pembangunan gudang merupakan kebutuhan mendesak, seiring lonjakan produksi beras nasional yang tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.
“Produksi beras kita tertinggi sepanjang sejarah NKRI, tapi masalahnya sekarang kita kekurangan gudang. Karena itu, saya sudah mengalokasikan 100 gudang baru untuk Bulog,” ujar Prabowo.
Dengan tambahan fasilitas tersebut, pemerintah berharap persoalan klasik terkait keterbatasan penyimpanan dapat segera teratasi, sehingga pasokan pangan tetap terjamin stabil di seluruh Indonesia.
Rencana pembangunan gudang, kata Ahmad Rizal, akan diprioritaskan di daerah yang belum memiliki fasilitas penyimpanan Bulog. Wilayah dengan potensi komoditas unggulan, seperti jagung di Gorontalo dan Sumbawa, akan difasilitasi dengan gudang multifungsi.
“Gudang ini bisa untuk beras, bisa untuk jagung. Jadi fleksibel mengikuti kebutuhan dan potensi wilayah,” jelasnya.
Bulog menilai tambahan gudang baru akan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan distribusi yang lebih merata, stok pangan dapat lebih mudah dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan gudang modern tersebut. Alokasi dana diperkirakan mencapai Rp5 triliun.
Prabowo menyebut pembangunan gudang merupakan kebutuhan mendesak, seiring lonjakan produksi beras nasional yang tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.
“Produksi beras kita tertinggi sepanjang sejarah NKRI, tapi masalahnya sekarang kita kekurangan gudang. Karena itu, saya sudah mengalokasikan 100 gudang baru untuk Bulog,” ujar Prabowo.
Dengan tambahan fasilitas tersebut, pemerintah berharap persoalan klasik terkait keterbatasan penyimpanan dapat segera teratasi, sehingga pasokan pangan tetap terjamin stabil di seluruh Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









