Akurat

Mentan Amran: Hilirisasi Pertanian Perkuat Pangan dan Daya Saing

Hefriday | 22 September 2025, 20:40 WIB
Mentan Amran: Hilirisasi Pertanian Perkuat Pangan dan Daya Saing

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing global melalui program hilirisasi pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan skema investasi besar senilai Rp371,6 triliun untuk mendukung program tersebut.

Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan yang digelar di Jakarta, Senin (22/9/2025), Amran menjelaskan bahwa dana investasi ini akan berasal dari berbagai sumber, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani, kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta partisipasi sektor swasta.

Baca Juga: Mentan Tak Kompromi Soal Kecurangan Yang Rugikan Petani

“Ini adalah program hilirisasi perkebunan yang bisa menciptakan lapangan kerja. Anggaran kita rencana Rp371 triliun, dengan dukungan BUMN, swasta, dan KUR,” ujar Amran.

Berdasarkan pemaparan Kementerian Pertanian, dana KUR akan menyumbang porsi terbesar, yakni Rp189,46 triliun atau setara 51% dari total kebutuhan. Sementara itu, kontribusi sektor swasta mencapai Rp92,96 triliun (25%), dan BUMN mengalokasikan sekitar Rp89,17 triliun (24%).

Pemerintah memperkirakan investasi tersebut akan menghasilkan keuntungan jangka panjang hingga Rp9.684,96 triliun, sekaligus memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Selain dampak finansial, program hilirisasi pertanian ini juga diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 8,6 juta tenaga kerja di berbagai sektor pendukung. Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya memperkuat struktur ekonomi daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas, terutama petani dan pelaku usaha kecil.

Sejumlah komoditas perkebunan akan menjadi fokus hilirisasi, antara lain kelapa dalam, kakao, mete, kopi, tebu, kelapa sawit, lada/pala, dan ubi kayu. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah produk lokal serta memperluas akses pasar internasional.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang turut hadir dalam rapat tersebut menekankan bahwa industrialisasi di sektor pertanian merupakan strategi penting untuk mengangkat daya saing nasional.

Baca Juga: Mentan Harap Kasus Tumpahan Minyak Vale Indonesia Tak Ganggu Target Swasembada Pangan

Menurutnya, upaya ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan swasembada pangan sebagai prioritas utama pembangunan.

“Jalan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah bukan hanya melalui industri manufaktur, tetapi juga dengan industrialisasi pertanian dan perkebunan yang menambah nilai tambah produk pangan,” jelas Tito.

Tito mencontohkan Selandia Baru sebagai negara yang sukses membangun perekonomian dengan bertumpu pada sektor pertanian dan peternakan.

Meski tidak memiliki industri manufaktur besar seperti otomotif atau teknologi tinggi, negara tersebut mampu menempatkan diri sebagai pemain global melalui produk pangan berkualitas.

“Ini menunjukkan bahwa pertanian dan perkebunan bisa menjadi pilar utama ekonomi sebuah negara. Indonesia juga memiliki peluang besar untuk menempuh jalur serupa,” katanya.

Lebih lanjut, Tito menegaskan bahwa industrialisasi pertanian akan membawa dampak luas, mulai dari memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan devisa melalui ekspor, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

Semua itu bermuara pada meningkatnya kesejahteraan petani dan masyarakat desa.

Dalam kesempatan yang sama, Tito meminta para kepala daerah agar tidak hanya fokus pada produksi bahan mentah.

Dirinya menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya industri pengolahan pangan di wilayah masing-masing, sehingga produk pertanian lokal bisa bersaing di pasar global.

“Jika hanya menjual produk mentah, nilai tambah yang diperoleh sangat terbatas. Kepala daerah harus berperan aktif agar industri pengolahan bisa berkembang di daerah,” tegasnya.

Dengan dukungan anggaran raksasa dan keterlibatan banyak pihak, program hilirisasi pertanian diyakini mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi