Akurat

Hadiri CAEXPO 2025 di China, RI Pamerkan 3 Paviliun

Hefriday | 16 September 2025, 13:20 WIB
Hadiri CAEXPO 2025 di China, RI Pamerkan 3 Paviliun

AKURAT.CO Indonesia kembali berpartisipasi dalam ajang China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-22 yang digelar pada 17—21 September 2025 di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC), China.

Tahun ini, Indonesia hadir dengan konsep lebih besar dan strategis, menampilkan tiga paviliun unggulan: Paviliun Komoditas, Paviliun Nasional, dan Paviliun Kecerdasan Buatan.

Sebanyak 84 pelaku usaha dari berbagai sektor akan ambil bagian dalam pameran internasional tersebut. Partisipasi ini dipandang sebagai langkah penting untuk memperluas akses produk Indonesia di pasar global sekaligus memperkuat posisi dalam kerja sama ekonomi kawasan.
 
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia di CAEXPO 2025 merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan ekspor dan menarik investasi. 
 
"Tahun ini kami memperbesar skala partisipasi sekaligus merambah sektor baru yang mencerminkan kemajuan ekonomi digital Indonesia. Kami yakin langkah ini akan membuka peluang konkret bagi pelaku usaha nasional,” ujar Fajarini dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025). 
 
 
Sejumlah perusahaan nasional siap memamerkan produk unggulan, mulai dari kopi, rempah, dan hasil laut hingga produk turunan kelapa, fesyen, serta sarang burung walet.
 
Beberapa di antaranya adalah PT Rahayu Alam Arto (kopi), Jember Fashion Carnaval (fesyen), PT Inti Alam Andalas (rempah dan hasil laut), PT Metro Impex Makmur (produk kelapa), serta PT Amora Walet Indonesia (sarang burung walet).
 
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag sekaligus pimpinan delegasi Indonesia, Miftah Farid, menekankan bahwa fokus utama keikutsertaan tahun ini adalah membuka ruang lebih luas bagi eksportir nasional.
 
Indonesia juga menjadikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai salah satu daya tarik baru yang menandai kesiapan memasuki era ekonomi digital.
 
Menurut Miftah, konsep tiga paviliun dipilih untuk memperkuat branding Indonesia di mata mitra dagang. Paviliun Komoditas menempati area 2.900 m², lebih luas dari tahun lalu yang hanya 2.160 m². Area ini akan diisi produk makanan dan minuman olahan, fesyen dan aksesori, hingga dekorasi rumah dan gaya hidup. 
 
“Dengan ruang lebih besar, eksposur dan potensi kontrak dagang bagi pelaku usaha nasional akan semakin besar,” jelasnya.
 
Sementara itu, Paviliun Nasional (City of Charm) seluas 108 m² menampilkan pesona Provinsi Kalimantan Selatan. Didukung Pemerintah Provinsi bersama Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tapin, paviliun ini akan mempromosikan potensi perdagangan, investasi, serta pariwisata dan budaya.
 
Kehadiran daerah di CAEXPO diharapkan dapat membuka peluang kerja sama langsung di tingkat provinsi dan kabupaten.
 
Terobosan baru hadir lewat Paviliun Kecerdasan Buatan seluas 36 m² yang akan memperkenalkan inovasi digital Indonesia. Sejumlah startup teknologi berkesempatan menunjukkan produk dan solusi berbasis AI. 
 
“Debut Paviliun AI menandai kesiapan Indonesia menjadi pemain penting dalam industri teknologi tinggi ASEAN dan menjembatani ekosistem digital kita dengan pasar Tiongkok,” ujar Miftah.
 
CAEXPO sendiri merupakan pameran tahunan hasil kesepakatan China-ASEAN Free Trade Area (CAFTA). Forum ini menjadi sarana penting untuk memperkuat kerja sama perdagangan barang, investasi, pariwisata, dan teknologi antara China dan negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia.
 
China saat ini merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Dalam lima tahun terakhir (2020—2024), perdagangan kedua negara tumbuh positif sebesar 15,63%. Pada 2024, total perdagangan mencapai USD136,59 miliar, terdiri atas ekspor Indonesia sebesar USD62,74 miliar dan impor dari Tiongkok senilai USD73,85 miliar.
 
Tren tersebut berlanjut pada 2025. Hingga periode Januari—Juli, total perdagangan Indonesia–China telah mencapai USD83,87 miliar, dengan ekspor Indonesia senilai USD35,90 miliar dan impor sebesar USD47,97 miliar. 
 
Dengan capaian tersebut, keikutsertaan Indonesia di CAEXPO 2025 diharapkan dapat semakin memperkuat kinerja ekspor sekaligus memperkokoh hubungan dagang strategis dengan China.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa