SIG Perkuat Strategi, Siap Dukung Pembangunan Nasional

AKURAT.CO PT Semen Indonesia Tbk (SIG) terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar industri semen nasional dengan mengusung tiga strategi utama. Fokus tersebut meliputi pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.
Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, mengatakan langkah ini dilakukan untuk menghadirkan produk yang lebih dekat dengan kebutuhan konsumen di berbagai daerah, sekaligus memperkuat tata kelola rantai pasok agar lebih efektif.
“Strategi ini juga diarahkan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).
Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Semen Padang vs PSBS Biak 11 September 2025
Andriano menegaskan, prospek industri semen nasional tetap positif. Hal ini sejalan dengan kebutuhan material untuk program pembangunan tiga juta rumah dan sejumlah proyek infrastruktur yang tengah menjadi fokus pemerintah.
“Sebagai BUMN, SIG siap mendukung pembangunan nasional dengan menghadirkan solusi bahan bangunan inovatif dan layanan berkualitas,” jelasnya.
Saat ini SIG memiliki delapan merek semen yang kuat di pasaran. Di antaranya Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Andalas, Semen Baturaja, Semen Merdeka, hingga Thang Long Cement. Produk-produk tersebut, khususnya yang dipasarkan di Indonesia, telah tersertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan mengandung lebih dari 90% Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Selain itu, SIG juga telah mengantongi sertifikat Green Label dari Green Product Council Indonesia. Produk turunan seperti beton siap pakai dan bata interlock presisi bahkan memiliki emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan produk konvensional.
“Ini wujud komitmen SIG terhadap prinsip keberlanjutan,” tambah Andriano.
Untuk menopang operasional, SIG mengelola pabrik semen terintegrasi di sembilan lokasi, 27 pabrik pengemasan, tujuh pabrik penggilingan semen, serta tujuh pelabuhan. Jaringan distribusi perusahaan juga diperkuat lebih dari 350 distributor, termasuk di Vietnam, serta lebih dari 63.000 toko ritel di dalam negeri.
Baca Juga: Situasi Tidak Kondusif, Laga Persita Tangerang vs Semen Padang Resmi Ditunda
Dalam menjaga kelancaran distribusi, SIG mulai mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada sistem manajemen rantai pasok. Menurut Andriano, langkah ini diharapkan mampu memastikan ketersediaan produk semen di seluruh Indonesia secara lebih terukur dan masif.
Tak hanya fokus pada pasar domestik, SIG juga serius menggarap pasar ekspor. Pada semester I 2025, penjualan ekspor tercatat tumbuh 24,9%. Perusahaan bahkan tengah mengembangkan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban, Jawa Timur, yang pengujiannya berlangsung pada Maret hingga November 2025.
Melalui anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), SIG sudah melakukan uji coba pengiriman dengan total volume lebih dari 27 ribu ton ke fasilitas pengemasan di Lampung dan Belawan. Fasilitas dermaga baru itu juga didukung kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation asal Jepang, untuk memenuhi permintaan pasar ekspor ke Amerika Serikat.
“Dengan kapasitas hingga 1 juta ton per tahun, proyek ini akan memperkuat daya saing SIG di pasar global,” jelas Andriano.
Sebagai tambahan, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) belum lama ini menetapkan peringkat idAAA stabil bagi SIG, termasuk Obligasi Berkelanjutan I dan II.
“Peringkat ini mencerminkan peran penting SIG dalam pembangunan nasional, posisi pasar yang kuat, fasilitas produksi yang terdiversifikasi, serta profil keuangan konservatif,” kata Andriano.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










