Akurat

KEK Halal Sidoarjo Disiapkan Jadi Pusat Industri Halal Global

Hefriday | 9 September 2025, 17:35 WIB
KEK Halal Sidoarjo Disiapkan Jadi Pusat Industri Halal Global

AKURAT.CO Pemerintah tengah menyiapkan enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru, salah satunya KEK Halal di Sidoarjo, Jawa Timur, yang digadang sebagai pusat industri halal dunia.

Rencana tersebut kini tinggal menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan Indonesia menjadi pemain utama dalam rantai pasok industri halal global.

Saat ini, rantai tersebut masih didominasi oleh sejumlah negara, termasuk China, yang memproduksi gelatin berbasis babi untuk kebutuhan pasar Timur Tengah.

“Indonesia ingin mengisi ruang itu. Kami ingin mengambil nilai tambah barang-barang yang selama ini proses awalnya dilakukan di China, tapi market-nya di Timur Tengah. Dengan KEK Halal, nilai tambahnya bisa dialihkan ke Indonesia,” ujar Susiwijono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

KEK Halal Sidoarjo diproyeksikan menjadi episentrum pengembangan produk halal dunia.

Kawasan ini dipersiapkan untuk menampung industri strategis seperti gelatin halal, bahan baku farmasi, makanan dan minuman halal, hingga produk turunannya.

Baca Juga: Investasi KEK Semester I Baru 48 Persen dari Target 2025, Kemenko Perekonomian: Masih Sesuai Target

Menurut Susiwijono, minat investor terhadap kawasan ini sudah terlihat jelas. Beberapa perusahaan dalam dan luar negeri disebut siap berinvestasi, khususnya pada sektor produksi gelatin halal yang memiliki prospek besar di pasar global.

Langkah pemerintah memperkuat industri halal melalui KEK ini tak lepas dari potensi pasar global yang terus tumbuh.

Data Global Islamic Economy Report mencatat, belanja produk halal dunia mencapai lebih dari USD2 triliun per tahun.

Indonesia, dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, memiliki peluang strategis untuk menjadi produsen utama.

Selama ini, sebagian besar kebutuhan produk halal domestik masih diimpor. Dengan KEK Halal, pemerintah berharap bisa membalik keadaan, dari konsumen menjadi produsen utama.

Selain KEK Halal, lima kawasan baru lainnya juga sedang menunggu lampu hijau Presiden. Sebelumnya, Kawasan Industropolis Batang (KITB) telah lebih dulu disetujui.

Jika 6 KEK baru ini resmi ditetapkan, total kawasan khusus di Indonesia akan bertambah dari 25 menjadi 31.

Hingga semester I 2025, realisasi investasi kumulatif KEK mencapai Rp294,4 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 187 ribu orang.

Sementara itu, sepanjang enam bulan pertama tahun ini saja, investasi yang masuk ke KEK mencapai Rp40,48 triliun atau 48,2% dari target Rp84,1 triliun.

Pemerintah daerah Jawa Timur menyambut baik rencana penetapan KEK Halal. Kawasan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi regional, membuka lapangan kerja baru, sekaligus menjadikan Sidoarjo sebagai pusat inovasi halal dunia.

Investor juga diyakini akan semakin tertarik karena KEK menawarkan insentif fiskal dan nonfiskal, mulai dari pembebasan bea masuk hingga fasilitas perpajakan.

Kombinasi insentif tersebut dinilai mampu mempercepat realisasi proyek dan meningkatkan daya saing Indonesia dalam perebutan pasar halal global.

Bila terealisasi, KEK Halal Sidoarjo akan menandai langkah besar Indonesia dalam ambisinya menjadi pusat industri halal dunia.

Lebih dari sekadar proyek ekonomi, kawasan ini juga dipandang sebagai bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia untuk memperkuat peran di pasar internasional.

“Dengan KEK Halal, kita bukan hanya bicara soal bisnis, tetapi juga soal posisi strategis Indonesia dalam peta industri global,” kata Susiwijono.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa