Pengertian Stagflasi dalam Ekonomi: Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Dalam dunia ekonomi, istilah stagflasi sering dikaitkan dengan situasi yang paling ditakuti oleh banyak negara.
Kondisi ini bukan sekadar kenaikan harga biasa atau perlambatan ekonomi semata, melainkan gabungan keduanya secara bersamaan.
Masyarakat menghadapi harga kebutuhan pokok yang kian mahal, sementara kesempatan kerja semakin sedikit karena pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Inilah yang membuat stagflasi disebut sebagai "dilema ganda" dalam ekonomi modern.
Baca Juga: IPR: Perombakan Kabinet Prabowo Jadi Sinyal Perhatian pada Ekonomi dan Polkam
Apa Itu Stagflasi?
Stagflasi adalah kondisi ketika pertumbuhan ekonomi melambat (stagnasi) namun harga-harga tetap naik (inflasi).
Situasi ini menciptakan tekanan ganda, masyarakat harus membayar lebih mahal untuk kebutuhan sehari-hari tetapi pendapatan dan peluang kerja tidak bertambah.
Istilah stagflasi pertama kali populer pada era 1970-an ketika Amerika Serikat dan banyak negara lain mengalami krisis minyak dunia.
Lonjakan harga energi membuat biaya produksi meningkat, daya beli melemah dan ekonomi sulit berkembang.
Hingga kini, stagflasi masih menjadi ancaman yang dikhawatirkan setiap kali inflasi tinggi tidak diikuti pertumbuhan yang baik.
Baca Juga: Prinsip Ekonomi Prabowo: BUMN Harus Bersih, Swasta Kuat dan Koperasi Bangkit
Penyebab Stagflasi
Beberapa faktor utama yang dapat memicu stagflasi antara lain:
1. Kenaikan harga energi
Lonjakan harga minyak atau energi membuat biaya produksi dan distribusi meningkat. Hal ini mendorong harga barang naik sementara aktivitas ekonomi justru melambat.
2. Kebijakan moneter yang tidak tepat
Kebijakan suku bunga, pencetakan uang secara berlebih, atau pengelolaan jumlah uang beredar yang tidak seimbang bisa memperparah inflasi tanpa mendorong adanya pertumbuhan ekonomi.
3. Gangguan Pasokan (Supply Shock)
Krisis global, perang atau pandemi dapat menghambat distribusi barang sehingga menimbulkan kelangkaan dan kenaikan harga.
Baca Juga: Mengenal Kebijakan Fiskal: Dari Keranjang Kekaisaran Romawi hingga Instrumen Ekonomi Modern
Dampak Stagflasi
Stagflasi menimbulkan konsekuensi serius bagi perekonomian, di antaranya:
● Turunnya daya beli masyarakat
Masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena harga kebutuhan yang melambung, sementara pendapatan stagnan.
● Naiknya jumlah pengangguran
Perusahaan cenderung mengurangi produksi yang diikuti dengan peningkatan pemutusan hubungan kerja meningkat. Hal ini menyebabkan menurunnya perekrutan tenaga kerja secara drastis.
● Terhambatnya investasi
Ketidakpastian kondisi ekonomi dapat membuat investor menunda ekspansi, sehingga roda perekonomian semakin melambat.
● Pertumbuhan ekonomi makin tertekan
Kombinasi inflasi yang tinggi dan banyaknya pengangguran dapat membuat ekonomi sulit keluar dari situasi krisis, sehingga kesejahteraan masyarakat ikut terganggu.
Baca Juga: Investasi Ekonomi Kreatif Tembus Rp90 Triliun, Kemenekraf Usul Tambahan Anggaran Rp2,24 Triliun
Cara Mengatasi Stagflasi
Menghadapi stagflasi membutuhkan strategi yang terintegrasi antara pemerintah, bank sentral, sektor swasta dan masyarakat. Setiap negara tentu memiliki pendekatan berbeda sesuai dengan kondisi ekonominya.
Berikut beberapa langkah yang dapat ditempuh:
1. Mengontrol belanja negara
Diterapkan lewat efisiensi anggaran, reformasi subsidi, pengurangan defisit, pengawasan belanja publik, dan fokus pada pengeluaran prioritas.
2. Penyederhanaan Birokrasi
Dilakukan melalui pemangkasan regulasi, digitalisasi layanan, peningkatan transparansi, serta penguatan SDM agar proses lebih efisien dan menarik investasi.
3. Memberi insentif pada industri
Bentuknya berupa pemotongan pajak, stimulus fiskal, kemudahan akses kredit, dukungan infrastruktur, kerja sama antarindustri, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja.
4. Menstabilkan nilai tukar
Upaya yang dilakukan dapat meliputi kebijakan moneter ketat, intervensi pasar, disiplin fiskal, dorongan ekspor, diversifikasi ekonomi, serta kerja sama internasional.
5. Menumbuhkan ekonomi sekaligus menekan inflasi
Dilakukan dengan menerapkan kebijakan moneter dan fiskal yang seimbang, reformasi struktural, investasi riset dan inovasi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta penerapan kebijakan antiinflasi.
Baca Juga: Pimpin Ratas, Prabowo Tekankan Pentingnya Stimulus Ekonomi Tahun Ini
Penutup
Stagflasi merupakan kondisi ekonomi yang berbahaya karena memadukan inflasi tinggi dengan pertumbuhan yang melambat.
Untuk menghadapinya diperlukan kebijakan yang seimbang agar harga tetap stabil sekaligus menjaga peluang kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Laporan: Nadira Maia Arziki/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









