Tim ESDM Pulang dari Angola, Kajian Kilang Minyak Segera Difinalkan

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkapkan tim yang ditugaskan ke Angola untuk melihat kilang minyak yang sudah beroperasi telah kembali ke Tanah Air.
Adapun, dikirimnya tim tersebut sejalan dengan rencana pemerintah membangun kilang minyak modular berkapasitas 1 juta barel per hari (bph).
Menteri ESDM, Bahlil mengatakan bahwa tim dari Indonesia sudah menuntaskan kunjungan kerja ke Angola untuk mempelajari dan memverifikasi pabrik-pabrik industri serupa yang telah beroperasi di negara tersebut.
Baca Juga: Laode Sulaeman Resmi Dilantik Jadi Dirjen Migas oleh Menteri ESDM
“Tim kita udah pulang (dari Angola). Tim kami dari Anggola untuk mengecek pabrik-pabrik Industri mereka yang sudah jalan,” kata Bahlil di Kementerian ESDM dikutip, Sabtu (30/8/2025).
Bahlil menambahkan, setelah adanya pengecakan tahap finalisasi akan dilakukan dalam waktu dekat oleh pemerintah.
“Kemudian di September ini kita akan melakukan finalisas yang kedua,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, mengaku telah mengirimkan tim ke Angola, Afrika Tengah dan Amerika Serikat (AS) untuk mempelajari pembangunan kilang (refinery) dan penyimpanan (storage) minyak mentah berkapasitas 1 juta barrel per hari di Indonesia.
Ia menuturkan, tim yang terdiri dari unsur SKK Migas, Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), Ditjen Migas Kementerian ESDM, serta PT Pertamina (Persero) sudah kembali beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Ketum AKHLIMA Rahmad Lubis Dukung Penuh Menteri ESDM Tindak Tegas Pertambangan Ilegal
"Tim kita untuk refinery, yang kita membangun sekitar 1 juta barrel, itu tim dari Angola sudah balik, yang dari Amerika, yang dibawa itu timnya dari SKK Migas, Pertamina, Lemigas, dan Ditjen Migas," jelasnya dalam acara penyerahan dokumen pra-FS proyek hilirisasi di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Selain kilang, lanjut Bahlil, tim tersebut juga mengkaji proyek penyimpanan minyak mentah dengan kapasitas yang sama guna menjaga ketahanan energi nasional hingga 21 hari.
"Itu sudah ada (tim yang kembali), dan kami akan diskusikan, nanti termasuk dalamnya adalah kita akan membangun storage crude (minyak mentah) untuk ketahanan energi kita selama 21 hari," urainya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








