SKK Migas Targetkan FEED Blok Masela Rampung Tiga Bulan

AKURAT.CO Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan desain detail atau front end engineering design (FEED) untuk proyek Lapangan Abadi di Blok Masela selesai dalam waktu tiga bulan.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan bahwa FEED dari Blok Masela ini merupakan sebuah pencapain awal dari proyek migas raksasa ini.
Adapun, Proyek Abadi Blok Masela diproyeksikan mampu memproduksi gas bumi sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun, sekitar 150 juta kaki kubik standar gas per hari (MMSCFD), dan 35 ribu barel kondensat per hari.
Baca Juga: Update RAPBN 2026: ICP, Lifting Migas hingga Penurunan TKD Disepakati
Maka dari itu, Djoko menyebut bahwa pihaknya menargetkan FEED Blok Masela ini bisa rampung pada tahun ini atau dalam kurun waktu tiga bulan kedepan.
“Kita asumsikan dan selesai pada waktu tahun ini juga, lebih kurang tiga bulan, itu juga FEED dapat kita laksanakan selama tiga bulan,” kata Djoko dalam acara The Abadi LNG Project FEED di Hotel Mulia, Kamis (28/8/2025).
Djoko menyebut pihaknya juga melakukan percepatan terkait perizinan dengan pemerintah agar target rampungnya FEED pada akhir tahun bisa tercapai.
Sehingga, keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) diharapkan bisa diteken pada awal 2026.
“FEED ini juga bisa selesai pada akhir tahun ini sehingga FID yang kita harapkan bisa dapat ditandatangani pada awal tahun depan (2026),” ujar Djoko.
Sekadar informasi, pengerjaan desain detail atau front end engineering design(FEED) untuk proyek Lapangan Abadi di Blok Masela resmi dimulai. Adapun, total investasi yang terdapat pada proyek ini senilai USD20,94 miliar atau sekitar Rp342 triliun (asumsi kurs Rp16.350)
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan proyek Blok Masela ini bukan hanya proyek migas biasa, tetapi salah satu pilar ketahanan energi serta motor penggerak pembangunan nasional dan daerah.
Baca Juga: Gandeng Pemprov Banten, BPH Migas Siap Perkuat Pengawasan BBM Subsidi
Pemerintah, kata Yuliot menaruh harapan besar agar proyek ini berjalan sesuai dengan jadwal dan memberi manfaat maksimal bagi bangsa dan ketersediaan energi secara global.
“Maka dari itu, yang paling pertama saya ingin menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan proyek ini melalui dukungan fleksibilitas dalam peraturan pengadaan serta dukungan percepatan perizinan terkait serta tepat waktu untuk berbagai fase FEED dan EPC,” kata Yuliot dalam acara The Abadi LNG Project FEED di Hotel Mulia, Kamis (28/8/2025).
Yuliot menambahkan proyek ini diproyeksikan mampu memproduksi gas bumi sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun, sekitar 150 juta kaki kubik standar gas per hari (MMSCFD), dan 35 ribu barel kondensat per hari.
“Proyek ini diharapkan dapat berkontribusi untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan daya saing industri di dalam negeri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yuliot menyampaikan bahwa total investasi yang terdapat dalam proyek ini berada diangka USD20,94 miliar.
Proyek ini, kata Yuliot juga menyerap sekitar 12.611 tenaga kerja pada fase development dan sekitar 850 tenaga kerja pada fase operasi.
“Multiplier effect yang kita harapkan bisa benar-benar terwujud dan masyarakat di sekitar proyek merasakan langsung dampak positif keberadaan proyek ini,” Tutur Yuliot.
Adapun, proyek Lapangan Abadi ini dioperasikan oleh Inpex Masela, Ltd, anak perusahaan Inpex.
Pekerjaan FEED meliputi peninjauan dan pendefinisian spesifikasi fasilitas yang akan memproduksi dan memproses hidrokarbon dari Lapangan Gas Abadi, serta kilang LNG darat (OLNG).
Pekerjaan FEED akan terdiri dari empat paket yaituOLNG, produksi terapung, penyimpanan dan pembongkaran (FPSO), subsea umbilicals, risers dan flowlines (SURF), dan pipa ekspor gas (GEP).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










