FEED Proyek Blok Masela Dimulai, Investasi Capai Rp342 Triliun

AKURAT.CO Pengerjaan desain detail atau front end engineering design(FEED) untuk proyek Lapangan Abadi di Blok Masela resmi dimulai.
Adapun, total investasi yang terdapat pada proyek ini senilai USD20,94 miliar atau sekitar Rp342 triliun (asumsi kurs Rp16.350)
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan proyek Blok Masela ini bukan hanya proyek migas biasa, tetapi salah satu pilar ketahanan energi serta motor penggerak pembangunan nasional dan daerah.
Baca Juga: Benarkah Pasokan BBM Langka di SPBU BP dan Shell? Ini Kata ESDM
Pemerintah, kata Yuliot menaruh harapan besar agar proyek ini berjalan sesuai dengan jadwal dan memberi manfaat maksimal bagi bangsa dan ketersediaan energi secara global.
“Maka dari itu, yang paling pertama saya ingin menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan proyek ini melalui dukungan fleksibilitas dalam peraturan pengadaan serta dukungan percepatan perizinan terkait serta tepat waktu untuk berbagai fase FEED dan EPC,” kata Yuliot dalam acara The Abadi LNG Project FEED di Hotel Mulia, Kamis (28/8/2025).
Yuliot menambahkan proyek ini diproyeksikan mampu memproduksi gas bumi sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun, sekitar 150 juta kaki kubik standar gas per hari (MMSCFD), dan 35 ribu barel kondensat per hari.
“Proyek ini diharapkan dapat berkontribusi untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan daya saing industri di dalam negeri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yuliot menyampaikan bahwa total investasi yang terdapat dalam proyek ini berada diangka USD20,94 miliar.
Proyek ini, kata Yuliot juga menyerap sekitar 12.611 tenaga kerja pada fase development dan sekitar 850 tenaga kerja pada fase operasi.
“Multiplier effect yang kita harapkan bisa benar-benar terwujud dan masyarakat di sekitar proyek merasakan langsung dampak positif keberadaan proyek ini,” Tutur Yuliot.
Baca Juga: ESDM Tegaskan Izin Ekspor Freeport Tak Akan Diperpanjang Lagi
Adapun, proyek Lapangan Abadi ini dioperasikan oleh Inpex Masela, Ltd, anak perusahaan Inpex.
Pekerjaan FEED meliputi peninjauan dan pendefinisian spesifikasi fasilitas yang akan memproduksi dan memproses hidrokarbon dari Lapangan Gas Abadi, serta kilang LNG darat (OLNG).
Pekerjaan FEED akan terdiri dari empat paket yaituOLNG, produksi terapung, penyimpanan dan pembongkaran (FPSO), subsea umbilicals, risers dan flowlines (SURF), dan pipa ekspor gas (GEP).
Perusahaan asal Jepang ini menyampaikan bawha setiap paket mencakup ruang lingkup yang terkait dengan penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).
“Saat ini INPEX telah memberikan paket kontrak FPSO, SURF dan GEP,” tulis perusahaan melalui keterangan resmi dikutip, Selasa (5/8/2025).
Lebih lanjut, paket kontrak FPSO terdiri dari metode "dual FEED" yang melibatkan dua konsorsium kontraktor yang akan bekerja secara paralel namun terpisah untuk memastikan lingkungan yang kompetitif tetap terjaga.
Dalam metode ini, pekerjaan FEED dan pekerjaan Engineering, Procurement and
Construction (EPC) akan diberikan kepada konsorsium kontraktor yang sama, yang secara efektif menugaskan pekerjaan EPC kepada konsorsium kontraktor yang memberikan layanan FEED yang lebih unggul secara teknis dan komersial.
INPEX juga berencana untuk menggunakan metode dual FEED untuk paket kontrak OLNG dan akan memilih kontraktor dan menyelesaikan kontrak pada waktunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah









