Akurat

Freeport Siapkan Transisi Energi, Rencanakan Ganti PLTU Batu Bara dengan LNG

Dedi Hidayat | 27 Agustus 2025, 23:45 WIB
Freeport Siapkan Transisi Energi, Rencanakan Ganti PLTU Batu Bara dengan LNG

AKURAT.CO PT Freeport Indonesia (PTFI) berencana untuk mengganti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara ke pembangkit berbasis liquefied natural gas (LNG).

Direktur Utama PTFI, Tony Wenas mengatakan pihaknya terus memperkuat komitmen menuju operasi tambang yang lebih ramah lingkungan melalui penerapan teknologi rendah emisi. 

Tony mengungkapkan sejumlah langkah strategis yang tengah dilakukan perusahaan untuk menekan emisi karbon. Salah satunya adalah penggunaan kereta listrik di tambang bawah tanah yang kini telah beroperasi.

“Sekarang di tambang bawah tanah kami menggunakan kereta listrik, zero emission, itu kereta listriknya bisa ngangkut 150 ribu ton per hari. Jadi dengan itu sudah reduce the carbon emission by 28 persen,” kata Tony dalam acara Indonesia Summit 2025 di Tribrata Darmawangsa, Rabu (27/8/2025).

Baca Juga: Soal Perpanjangan Izin Ekspor Konsentrat, Freeport Tunggu Evaluasi Pemerintah

Selain itu, PTFI juga berencana mengganti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara berkapasitas 200 MW dengan pembangkit listrik berbasis LNG combined cycle. 

Tony menyebut bahww proyek ini ditargetkan rampung dan beroperasi pada 2027. Langkah tersebut, kata Tony akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan emisi.

“tentu saja emisinya akan turun lebih banyak lagi sehingga bisa mencapai 60%, begitu itu online tahun 2027 bisa mencapai reduction emission by 60% dibanding tahun 2018,” ujar Tony.

Terkait dengan pasokan LNG, Tony menyebut akan ada beberapa pihak yang akan menyalurkan sumber energi tersebut. Namun, Tony belum merinci siapa saja yang akan ambil bagian dalam rencana ini. “Dari berbagai pihak, ada beberapa sumber,” tutur Tony.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.