Gempa Bekasi Dipicu Pergerakan Sesar Baribis, ESDM Ungkap Fakta

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut penyebab gempa di Bekasi pada, Rabu (20/8/2025) malam disebabkan adanya pergerakan di Sesar Baribis.
Sesar Baribis atau Patahan Baribis adalah Sesar aktif yang membentang dari timur hingga barat pulau Jawa. Sesar ini melintasi selatan Indramayu, sisi barat Subang dan Purwakarta, Bekasi, Jakarta, hingga Tangerang.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid mejelaskan pusat gempa bumi berada di darat, dengan morfologi wilayah terdekat didominasi oleh dataran, berombak, bergelombang, hingga pegunungan.
Baca Juga: Kementerian ESDM Didesak Cabut Izin PT Position, Buntut Skandal di Halmahera Timur
Litologi penyusun wilayah ini terdiri atas batuan sedimen berumur Tersier, batuan gunungapi berumur Kuarter, serta endapan aluvium berumur Resen.
“Batuan yang telah mengalami pelapukan dan atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi,” kata Wafid dalam keterangannya, Rabu (20/8/2025) malam.
Wafid menuturkan, secara umum kekerasan batuan permukaan dipengaruhi oleh umur dan jenis batuan. Batuan yang berumur lebih muda atau yang telah mengalami pelapukan mempunyai kekerasan lebih rendah begitu juga sebaliknya.
Berdasarkan data tapak lokal (Vs30), wilayah terdekat dengan pusat gempa bumi diklasifikasikan ke dalam kelas tanah C (Tanah Sangat Padat dan Batuan Lunak), kelas tanah D (Tanah Sedang), dan kelas tanah E (Tanah Lunak).
Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini, kata Wafid berarti bahwa potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens.
“Analisis parameter sumber gempa bumi menunjukkan bahwa gempa ini diakibatkan oleh sesar naik pada zona Sesar Baribis,” tuturnya.
Adapun, Wafid mengatakan belum ada informasi terkait kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi yang terjadi di Bekasi ini.
Baca Juga: Kementerian ESDM Jaring Masukan Pakar Soal LPG Satu Harga
Guncangan gempa bumi ini dirasakan dengan intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Bekasi, dan III MMI di Purwakarta, Jakarta, Depok, Cikarang, dan Bandung.
Daerah ini terletak pada Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Menengah. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena lokasi gempa bumi berpusat di darat.
Diberitakan sebelumnya, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (20/8/2025) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 19.54 WIB.
Episentrum gempa berada pada koordinat 6,48 Lintang Selatan dan 107,24 Bujur Timur atau sekitar 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









