Gerindra dan NasDem Dukung Penuh Kebijakan Ketahanan Energi Presiden Prabowo di RAPBN 2026

AKURAT.CO Fraksi Partai NasDem dan Gerindra mendukung adanya anggaran sebesar Rp402,4 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 untuk ketahanan energi di dalam negeri.
Fraksi NasDem menilai, fokus pemerintah pada ketepatan sasaran, efisiensi belanja, serta keberpihakan kepada masyarakat miskin dan rentan merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi.
“Integrasi kebijakan subsidi BBM, LPG 3 Kg, dan listrik yang terintegrasi dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan langkah tepat untuk memastikan subsidi benar-benar diterima oleh yang berhak,” tulis pandangan umum Partai NasDem terkait dengan RAPBN 2026 dikutip, Selasa (19/8/2025).
Baca Juga: Ketahanan Energi Jadi Prioritas, Prabowo Gelontorkan Rp402,4 Triliun di RAPBN 2026
Tak hanya soal subsidi, Fraksi NasDem juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih.
Beberapa program yang diapresiasi antara lain pembangunan 63 pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan (EBT), penyediaan 14.000 unit konverter kit BBM ke BBG, program Listrik Desa, serta pemberian insentif untuk pengembangan biodiesel.
“Fraksi Partai NasDem berharap kebijakan ini dilaksanakan secara konsisten untuk memperkuat ketahanan energi nasional, menjaga stabilitas fiskal, serta mendukung pembangunan berkelanjutan,” tulis pandangan umum tersebut.
Senada dengan NasDem, Fraksi Partai Gerindra mendukung penuh langkah Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan energi nasional sebagai pilar penting pembangunan ekonomi dan kesejahteraan takyat.
Anggota Fraksi Gerindra DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya memberikan apresiasi atas arah kebijakan Presiden dalam sektor energi yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Fraksi Gerindra, kata Danang menilai fokus Presiden dalam memperkuat kemandirian energi nasional merupakan langkah strategis yang sejalan dengan kepentingan jangka panjang bangsa.
Dalam pernyataannya, Fraksi Gerindra menyoroti pentingnya peningkatan produksi minyak dan gas (migas) nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
Selain itu, Fraksi Gerindra mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi agar tetap terjangkau oleh masyarakat dan dunia usaha.
Fraksi Gerindra juga menekankan pentingnya percepatan transisi menuju energi bersih melalui pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).
Langkah ini dianggap sebagai bagian dari komitmen nyata Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.
“Kemudian subsidi energi yang adil dan tepat sasaran, sehingga benar-benar melindungi kelompok masyarakat yang membutuhkan, bukan justru membebani APBN,” kata Danang dalam pandangan umum Fraksi Gerindra terkait dengan RAPBN 2026.
Adapun, Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengalokasikan sekitar Rp402,2 triliun untuk ketahanan energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Prabowo mengatakan, anggaran ketahanan energi akan dibagi keberbagai sektor seperti subsidi energi, Insentif perpajakan, pengembangan EBT, serta penyediaan listrik desa.
“Secara keseluruhan di tahun 2006, dukungan fiskal pemerintah yaitu Rp402,4 triliun untuk ketahanan energi,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun Sidang 2025/2026 dan Penyampaian RAPBN Tahun Anggaran 2026 di Kompleks Parlemen, Jumat (15/8/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










