Perkuat Cadangan Beras, Bulog Serap Panen Program Jaksa Mandiri Pangan Hingga 3,9 Juta Ton

AKURAT.CO Program Jaksa Agung dalam memanfaatkan lahan rampasan dari kejahatan ternyata tak semerta omong kosong belaka.
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menyatakan dukungannya terhadap program Jaksa Mandiri Pangan yang digagas Kejaksaan Agung dengan memanfaatkan aset rampasan negara untuk lahan pertanian produktif.
Bulog memastikan seluruh hasil panen program tersebut akan diserap sesuai harga acuan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram.
Baca Juga: Bulog Luncurkan Empat Skema Distribusi Beras untuk Stabilisasi Harga Pangan
“Ini program luar biasa. Kejaksaan Agung berhasil mengoptimalkan aset rampasan menjadi lahan pertanian, dan hasilnya akan langsung kami serap. Untuk panen perdana di lahan 4 hektare ini, saya sudah perintahkan penyerapan segera oleh Perum Bulog Jawa Barat,” ujar Budi saat menghadiri panen raya di Kabupaten Bekasi, Selasa (19/8/2025).
Dari pilot project 4 hektare lahan, varietas padi yang dipanen mampu menghasilkan belasan ton gabah. Selanjutnya, program ini akan diperluas ke lahan seluas 330 hektare lainnya yang tersebar di berbagai wilayah.
Seluruh hasil panen, kata Dirut Bulog, akan dimaksimalkan untuk memperkuat cadangan beras pemerintah.
“Tidak ada pilih kasih, semua hasil panen langsung diserap Bulog. Ini sejalan dengan instruksi Presiden agar seluruh hasil produksi beras rakyat diserap maksimal untuk memperkuat ketahanan pangan,” tegasnya.
Saat ini, Bulog mencatat stok beras nasional mencapai sekitar 3,9 juta ton. Angka ini berasal dari serapan sepanjang tahun yang sudah menembus 4 juta ton, dengan distribusi sekitar 1,5 juta ton untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan pemerintah.
“Stok awal kita 4,2 juta ton. Setelah disalurkan 1,5 juta ton, estimasi stok yang tersedia sekarang berada di kisaran 3,9 juta ton. Angka ini masih sangat aman untuk kebutuhan nasional,” jelasnya.
Bulog juga menargetkan tambahan serapan hingga 1 juta ton beras lagi menjelang akhir tahun 2025. Penyerapan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat cadangan beras untuk menghadapi kemungkinan kontingensi, termasuk fluktuasi harga maupun gangguan distribusi pangan.
Baca Juga: Perum Bulog Salurkan Beras SPHP ke Ritel Modern, Antisipasi Kekosongan Stok
“Dengan tambahan serapan ini, stok cadangan beras pemerintah diharapkan tetap terjaga antara 3,5 juta hingga 4 juta ton ke depan,” tambah Budi.
Selain penyediaan stok, Bulog juga menggandeng Kejaksaan dalam aspek distribusi bantuan pangan. Menurutnya, keterlibatan Kejaksaan akan mempercepat penyaluran sekaligus memastikan transparansi di lapangan.
“Tadi Pak Jaksa Agung sudah menyampaikan agar Kejaksaan ikut terlibat langsung dalam distribusi beras bantuan pemerintah. Dengan begitu, penyaluran bisa lebih merata dan tepat sasaran,” ucapnya.
Dirut Bulog menilai program Jaksa Mandiri Pangan memberikan dampak positif ganda. Di satu sisi, lahan rampasan kasus korupsi yang sebelumnya terbengkalai kini kembali produktif. Di sisi lain, hasil panennya langsung memperkuat cadangan beras nasional.
“Program ini sangat membantu Bulog dalam menjalankan tugas menjaga cadangan beras pemerintah. Ini juga bentuk nyata kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat ketahanan pangan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Bulog memastikan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga lembaga penegak hukum. Hal ini mencakup penyerapan hasil panen, penyimpanan di gudang, hingga distribusi ke masyarakat.
“Kami menata ulang mulai dari penyerapannya, penyimpanan, hingga penyaluran. Semua stakeholder akan dilibatkan agar ekosistem pangan nasional semakin solid,” tuturnya.
Dengan stok beras yang relatif aman, Bulog optimistis program-program pemerintah di bidang pangan bisa berjalan lebih baik. Ke depan, setiap hasil panen dari program Jaksa Mandiri Pangan maupun sumber lain akan terus diserap sebagai prioritas untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
“Intinya, Bulog siap maksimalkan serapan. Dengan stok yang ada sekarang dan serapan tambahan ke depan, kebutuhan masyarakat akan aman, dan stabilisasi harga beras bisa terjaga,” pungkas Buwas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










