Belum Tepat Sasaran, Pemerintah Siapkan Skema Baru Subsidi BBM dan LPG 3 Kg

AKURAT.CO Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Ekonomi) menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan mekanisme baru untuk subsidi energi, terkhusus untuk subsidi BBM dan LPG 3 kg.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan saat ini subsidi masih diberikan secara terbuka sehingga masih dirasakan oleh masyarakat kalangan atas.
“Kita melihat adanya kebocoran daripada subsidi yang masuk kepada kelompok masyarakat atas. Karena memang saat sekarang subsidi itu diberikan secara terbuka,” kata Airlangga dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 dikutip, Sabtu (16/8/2025).
Baca Juga: Legislator Soroti Penyalahgunaan Subsidi BBM dan Pupuk Saat RDP RUU Statistik
Airlangga menyampaikan pemerintah saat ini sedang menggodok skema baru yang memungkinkan subsidi BBM dan LPG 3 kg diberikan secara lebih adil.
Salah satu opsi yang dikaji adalah skema penentuan harga berdasarkan tingkat konsumsi, seperti pada sektor listrik.
“Contohnya di sektor listrik, yang langganan tinggi itu mendapatkan harga yang berbeda dengan yang di bawah. Dengan mekanisme itu bisa diimplementasikan di sektor energi yang lain,” ujarnya.
Lebih lanjut, Airlangga menuturkan bahwa mekanisme tersebut masih dalam pembahasan internal dan pemerintah menyosialisasikannya kepada masyarakat sebelum diterapkan skema penyaluran subsidi terbaru.
“Namun sekarang masih dalam tahap penggodokan,” ucap Airlangga.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengalokasikan sekitar Rp402,2 triliun untuk ketahanan energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Prabowo mengatakan, anggaran ketahanan energi akan dibagi keberbagai sektor seperti subsidi energi, Insentif perpajakan, pengembangan EBT, serta penyediaan listrik desa.
“Secara keseluruhan di tahun 2006, dukungan fiskal pemerintah yaitu Rp402,4 triliun untuk ketahanan energi,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun Sidang 2025/2026 dan Penyampaian RAPBN Tahun Anggaran 2026 di Kompleks Parlemen, Jumat (15/8/2025).
Di sisi lain, Prabowo mengatakan kebijakan energi di bawah pemerintahannya akan fokus pada peningkatan produksi minyak dan gas nasional, menjaga stabilitas harga energi, serta memastikan subsidi energi tepat sasaran.
“Subsidi energi harus adil, tepat sasaran. Bukan lagi dinikmati oleh mereka yang mampu,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina
- 10Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional








