Akurat

Bulog Luncurkan Empat Skema Distribusi Beras untuk Stabilisasi Harga Pangan

Hefriday | 13 Agustus 2025, 19:55 WIB
Bulog Luncurkan Empat Skema Distribusi Beras untuk Stabilisasi Harga Pangan

AKURAT.CO Perum Bulog menyiapkan empat skema percepatan penyaluran beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna mengintervensi dan menekan harga beras di pasaran.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, penyaluran beras SPHP telah menjadi penugasan resmi yang harus segera dilaksanakan.

Skema pertama, kata dia, adalah distribusi langsung kepada pengecer pasar. Dalam mekanisme ini, pengecer diwajibkan menggunakan aplikasi SPHP untuk memastikan penyaluran sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: Bulog Pastikan Tak Ada Beras SPHP Oplosan di Serang

“Pengecer harus mematuhi ketentuan program SPHP. Mereka menggunakan aplikasi khusus yang memudahkan pengawasan dan pencatatan distribusi beras,” ujar Rizal di Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Skema kedua adalah pendistribusian melalui Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDMP). Volume penyaluran akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah, sehingga distribusi dapat lebih tepat sasaran.

Sementara itu, skema ketiga mencakup penyaluran melalui koperasi yang berada di bawah kementerian dan lembaga pemerintah, termasuk koperasi di lingkungan TNI dan Polri.

“Kementerian dan lembaga punya koperasi, itu juga bisa menjadi jalur distribusi SPHP,” jelasnya.

Skema keempat adalah melalui koperasi di badan usaha milik negara (BUMN). Beberapa yang sudah disiapkan antara lain koperasi PT Pos Indonesia, ID Food, dan PTPN.

Jalur ini diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi hingga ke daerah yang sulit dijangkau oleh jalur distribusi biasa.

Baca Juga: Bulog Pastikan Beras SPHP Tak Mengalir ke Pelaku Judol dan Terorisme

Bulog mencatat, hingga pekan pertama Agustus 2025, penyaluran beras SPHP telah mencapai 18.500 ton. Program ini menargetkan penyaluran hingga 1,5 juta ton beras pada akhir Desember 2025 sebagai langkah untuk menjaga stabilitas harga beras nasional.

Namun, Rizal mengakui terdapat sejumlah hambatan dalam proses distribusi, terutama terkait penggunaan aplikasi SPHP oleh pengecer. Banyak pengecer yang belum terbiasa menggunakan aplikasi tersebut, bahkan sebagian mengalami kendala karena perangkat gawai yang dimiliki tidak mendukung.

“Tidak semua pengecer langsung bisa beradaptasi. Perlu sosialisasi dan pendampingan. Kami membantu melalui cabang-cabang Bulog di daerah agar mereka dapat memahami cara penggunaan aplikasi itu,” tutur Rizal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi