Pertamina EP Pastikan Pasokan Gas Kembali Normal Usai Insiden Ledakan

AKURAT.CO Pertamina EP memastikan pasokan gas ke konsumen jargas kembali normal dan telah berhasil disalurkan kembali pasca insiden ledakan jalur pipa gas CO2 Removal.
Pertamina juga memastikan situasi di Stasiun Pengumpul Subang, Desa Cidahu, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, telah terkendali dan aman.
Manager Communication Relations & CID Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono, menuturkan pasokan gas dari Pertamina EP Subang Field ke Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk Jaringan Gas Subang telah berhasil disalurkan kembali pada pukul 16.30 WIB, dengan besaran volume sekitar 100 MMBTUD (Million British Thermal Units per Day).
Pinto menambahkan, Pertamina EP juga memastikan penanganan lanjut terhadap pekerja yang mengalami cedera, dan dalam keadaan sadar penuh pada saat kejadian, telah mendapatkan penanganan medis dengan baik.
Baca Juga: Pertamina EP Pastikan Ledakan di Subang Telah Terkendali dan Dipadamkan
"Situasi di lokasi kejadian berlangsung kondusif, setelah dilakukan isolasi energi dan shut down fasilitas. Proses pemeriksaan penyebab kejadian terus berjalan untuk memastikan peristiwa ini tidak terjadi lagi di masa depan," kata Pinto, Rabu (6/8/2025).
Koordinasi terkait langkah-langkah mitigasi dengan SKK Migas, instansi pemerintah, dan pihak-pihak terkait lainnya terus dilakukan untuk pemenuhan komitmen pasokan gas melalui penyesuaian pola-pola operasi dan distribusi.
Diberitakan sebelumnya PT Pertamina EP Subang Field memastikan ledakan yang terjadi di di Stasiun Pengumpul Subang telah berhasil dipadamkan.
Adapun, ledakan tersebut diketahui terjadi pada fasilitas milik Pertamina EP di Dusun Cikaret, Desa Cidahu, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (5/8/2025) pagi.
Manager Communication Relations & CID Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono mengatakan pada pukul 06.41 WIB api berhasil dipadamkan oleh Tim Penanggulangan Keadaan Darurat Pertamina EP Subang Field.
Pinto menyampaikan tim telah bergerak cepat melakukan penanganan teknis dengan melakukan pemadaman sumber api dan melakukan tindakan mitigasi untuk mengendalikan kondisi.
“Seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai dengan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang diberlakukan Perusahaan,” kata Pinto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










