Akurat

Pertamina Siap Garap Blok Ambalat, Tunggu Restu Pemerintah RI

Dedi Hidayat | 31 Juli 2025, 09:46 WIB
Pertamina Siap Garap Blok Ambalat, Tunggu Restu Pemerintah RI

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengungkapkan sudah siap untuk mengembangkan blok minyak dan gas bumi (migas) yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia atau Blok Ambalat.

Blok Ambalat sendiri merupakan wilayah perairan seluas 15.235 kilometer persegi yang terletak di Laut Sulawesi, dekat perbatasan antara Kalimantan Utara dan Sabah.

Wilayah ini menjasi sengketa karena diklaim kedua negara yang diyakini mengandung cadangan migas melimpah.

Baca Juga: Kelola 24 Persen Blok Migas RI, PHE Genjot Produksi

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi, Edi Karyanto menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan Petronas yang merupakan BUMN energi dari Malaysia pengembangan bersama Blok Ambalat.

“Kita sedang merencanakan untuk pengembangan di daerah East Ambalat, yang perbatasan dengan Malaysia. Saat ini kita juga sedang diskusi lanjut dengan pihak Malaysia," kata Edy dalam acara Energi dan Mineral Festival dikutip, Kamis (31/7/2025).

Meski sudah melakukan koordinasi dengan perusahaan plat merah Malaysia, Edy menyebut pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut

Sebab, keputusan akhir ada di pemerintah lewat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

“Kami kalau secara negara menunggu saja karena kan porsi kami tidak di sana. Porsi kami nanti begitu Dirjen Migas dan SKK Migas memberikan perintah, kita siap untuk melaksanakannya,” ujarnya.

Baca Juga: Anjungan OOA Dikirim ke Laut Jawa, PHE ONWJ Dorong Produksi Migas Nasional

Terkait dengan proporsi partisipasi antara Indonesia dan Malaysia, pihak Pertamina menyebut hal tersebut belum dapat dipastikan.

Salah satu faktor penentunya, kata Edy adalah batas wilayah atau boundary antara kedua negara.

“Itu tergantung dari boundary-nya kan. Secara boundary-nya itu sebenarnya ada di pelamparannya, ada di mana, di antara wilayah Indonesia sama Malaysia,” ucap Edy.

Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim sepakat untuk menempuh jalur kerja sama ekonomi dalam menyelesaikan sengketa wilayah Blok Ambalat.

Keduanya sepakat mengeksploitasi bersama kekayaan alam di kawasan yang selama ini menjadi sumber ketegangan di perbatasan kedua negara.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/6/2025).

“Masalah perbatasan mungkin memerlukan waktu lebih panjang untuk diselesaikan secara teknis. Namun prinsipnya, kita sepakat untuk mencari penyelesaian yang menguntungkan kedua pihak,” kata Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama PM Anwar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.