Bos Danantara Ungkap Rancana Pembangunan Kilang, Buntut Tarif Trump

AKURAT.CO CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani buka-bukaan terkait rencana pembangunan beberapa kilang minyak di Tanah Air.
Rosan menyebut, rencana pembangunan ini merupakan salah satu komitmen kerja sama antara pemeintah dengan perusahaan Amerika Serikat (AS).
"Nah mengenai investasi di refinery ini, ya memang itu adalah salah satu komitmen kerja sama yang ingin dilakukan bersama-sama dengan perusahaan Amerika,” kata Rosan di kantor BKPM, Selasa (29/7/2025).
Rosan menambahkan bahwa rencana pembangunan kilang minyak ini guna menyesuaikan karateristik minyak mentah yang nantinya akan diimpor dari AS.
“Dan tentunya kalau ini dari Amerika, ya investasinya juga kita sesuaikan refinery-nya juga dari karakteristik crude oil dari negara tersebut. Jadi ini adalah salah satu proses bisnis,” tambahnya.
Baca Juga: Pertamina Ternyata Sudah Tekan MoU Impor Energi dengan 3 Raksasa Migas AS, Ini Daftarnya!
Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa pergeseran sumber impor crude oil ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi pasokan energi nasional.
Sebelumnya, Indonesia banyak mengimpor minyak dari negara-negara seperti Nigeria dan Arab Saudi, namun kini porsi impor dari AS diproyeksikan akan meningkat.
Terkait teknis pembangunan kilang, Rosan menyebutkan bahwa opsi yang tengah dibahas melibatkan konsep Small Modular, yang lebih fleksibel secara lokasi dan investasi awal.
“Nah, itu kita masih coba investasikan (diskusikan) awal bersama-sama dengan ESDM juga, lokasi-lokasinya, karena kembali lagi, ini kan Small Modular. ” ujarnya.
Lebih lanjut, Rosan menuturkan kilang modular yang akan dibangun Indonesia bersama perusahaan AS berpotensi dibangun di Tanah Air dan luar negeri.“Bisa, bisa di Indonesia. Bisa juga potensi kita lihat di luar,” tutur Rosan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










