Akurat

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi Nuklir Bersama ThorCon

Yosi Winosa | 29 Juli 2025, 11:16 WIB
PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi Nuklir Bersama ThorCon

AKURAT.CO PLN Nusantara Power (PLN NP) dan ThorCon International Pte. Ltd., PLN NP tengah menyusun studi komprehensif untuk mengkaji kelayakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penyusunan studi ini dilakukan setelah adanya Nota Kesepahaman (MoU) antara PLN NO dengan ThorCon International Pte. Ltd.

MoU ini bertujuan menjadi pedoman kolaborasi awal dengan menyinergikan keahlian dan kemampuan masing-masing pihak dalam penyusunan studi kelayakan proyek PLTN, sekaligus sebagai langkah awal menuju transisi energi bersih yang lebih berkelanjutan.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menyampaikan komitmennya dalam mendorong upaya menuju swasembada energi seperti yang sedang dituju pemerintah Republik Indonesia.

“Kami percaya bahwa diversifikasi energi adalah kunci menuju ketahanan dan kemandirian energi nasional. Studi ini menjadi bagian dari upaya PLN NP untuk menghadirkan sumber energi rendah karbon yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” kata Rully dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).

Baca Juga: PLN NP Ambil Alih Penuh Pengelolaan PLTMG Nias Berkapasitas 25 MW

Sebagai bagian dari kolaborasi strategis, PLN Nusantara Power dan ThorCon sepakat untuk melaksanakan studi bersama terkait rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Studi ini akan mencakup evaluasi komprehensif terhadap teknologi reaktor, aspek keselamatan, operasional, dan desain, serta analisis finansial dan opsi skema kerja sama proyek sekaligus dalam rangka persiapan implementasi proyek PLTN pertama di Indonesia.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Thorcon Power Indonesia Niels Berger melihat kerja sama dengan PLN NP sebagai salah satu pintu untuk membuka potensi pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

"Kami melihat Indonesia sebagai negara dengan potensi besar untuk memimpin dalam pemanfaatan teknologi nuklir yang aman dan efisien. Kerja sama ini menjadi tonggak awal untuk menghadirkan solusi energi jangka panjang yang bersih dan stabil,” ujarnya.

Adapun, kerja sama ini mempertegas peran PLN Nusantara Power sebagai pionir dalam mendukung transisi energi Indonesia menuju Net Zero Emissions melalui pendekatan berbasis sains, kolaborasi, dan keberlanjutan.

PLN NP dan ThorCon juga membuka peluang untuk melibatkan anak perusahaan atau afiliasi dalam pelaksanaan studi, dengan pemberitahuan tertulis kepada pihak terkait.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan kapasitas 0,5 Gigawatt (GW) atau 500 megawatt (MW) di Sumatera dan Kalimantan dalam 10 tahun ke depan.

Hal itu tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) Tahun 2025-2035.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.