Jaga Harga Pangan, PalmCo Salurkan Beras Murah di 150 Titik

AKURAT.CO PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding dari PTPN III (Persero), mulai mendistribusikan beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan nasional.
Pada peluncuran perdana Gerakan Pangan Murah yang digelar serentak di seluruh Indonesia, PalmCo menyalurkan 7,5 ton beras SPHP melalui enam titik distribusi di wilayah operasionalnya di Sumatera dan Kalimantan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PalmCo untuk berkontribusi aktif dalam penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Total, perusahaan menargetkan pendistribusian beras SPHP di 150 titik yang tersebar dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi, dengan menyasar masyarakat di sekitar kawasan operasional perusahaan.
Baca Juga: Optimalisasi Lahan Tidur PTPN IV, Teh Tetap Jadi Komitmen Utama
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy M. Mauna, yang turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa kehadiran PTPN Group dalam program ini merupakan wujud nyata komitmen BUMN dalam membantu meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan.
“Kontribusi kami adalah bagian dari gerakan bersama. Kami bangun 300 titik distribusi dari kantor regional sampai ke unit operasional di seluruh Indonesia,” ujar Denaldy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (19/7/2025).
Pada tahap awal, sebanyak 13 titik distribusi telah menyalurkan hampir 17 ton beras SPHP.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk partisipasi aktif PalmCo sebagai bagian dari ekosistem pangan nasional. Ia menyatakan, pihaknya menargetkan distribusi ke 150 titik, dengan enam titik awal mencakup Medan (4 ton), Jambi (1 ton), Aceh (1 ton), Lampung (1 ton), dan Pontianak (0,5 ton).
Jatmiko menambahkan, PalmCo bekerja sama erat dengan Bulog wilayah setempat untuk memastikan distribusi berjalan cepat, akurat, dan merata. “Kami ingin mempercepat cakupan distribusi, karena masih banyak titik yang menunggu. PalmCo siap menjangkau lebih luas,” ucapnya.
Menariknya, di beberapa wilayah seperti Regional II Medan, program distribusi beras juga disertai dengan paket bahan pokok lainnya seperti minyak goreng. Menurut Jatmiko, hal ini merupakan inisiatif langsung dari unit lapangan yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra setempat.
Baca Juga: PTPN IV PalmCo Respons Cepat Arahan Presiden, Targetkan ROA 10 Persen di 2029
“Gerakan ini tidak hanya menyalurkan beras murah, tapi juga menyediakan paket bahan pokok lengkap, agar manfaatnya lebih terasa langsung oleh masyarakat,” jelas Jatmiko.
Sebagai informasi, harga beras SPHP dalam program Gerakan Pangan Murah telah ditetapkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pemerintah, yakni Rp12.500/kg untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi. Sementara itu, untuk Sumatera lainnya, Kalimantan, dan NTT ditetapkan Rp13.100/kg, serta Rp13.500/kg untuk Maluku dan Papua.
Program SPHP sendiri merupakan inisiatif nasional yang menargetkan distribusi 1,3 juta ton beras secara bertahap ke seluruh wilayah Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, juga menegaskan bahwa seluruh distribusi beras SPHP berada di bawah pengawasan ketat pemerintah, untuk mencegah potensi penyelewengan, termasuk kekhawatiran akan praktik oplosan.
“Ini adalah program negara, diawasi langsung. Saya saja tidak berani macam-macam, apalagi yang lain. Kita semua bergerak bersama. Dalam 1–2 minggu ke depan, dengan percepatan distribusi SPHP, kami optimis harga beras akan turun,” ujar Menteri Amran saat meninjau Gerakan Pangan Murah di Jakarta.
Menteri Amran juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh BUMN yang terlibat, seperti Bulog, ID Food, PT Pos Indonesia, Pupuk Indonesia, dan PTPN Group, yang menjadi salah satu motor utama dalam mendistribusikan beras SPHP ke masyarakat.
Melalui keterlibatan aktif PTPN IV PalmCo dan sinergi antar BUMN, diharapkan program SPHP mampu menahan tekanan inflasi, memperkuat ketersediaan pangan, dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









