AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengungkapkan pihaknya akan mendapatkan akses penuh banyak komoditas di Indonesia, termasuk sumber daya alam seperti tembaga.
Merespons hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pihaknya akan berkonsultasi lebih dahulu dengan Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto.
Ia pun menegaskan seluruh proses negosiasi tetap harus mengikuti regulasi yang berlaku di dalam negeri. Bahkan dirinya mengakui bahwa sejauh pengetahuannya, semua langkah dalam pembahasan tersebut masih berada dalam kerangka aturan nasional.
"Dalam negosiasi itu aturan-aturan yang di dalam negeri tetap diterapkan jadi andaikan pun ada yang harus kita kirim tembaga, pasti saya yakinkan tapi nanti saya akan ngecek ya saya akan ngecek lagi," tuturnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Sementara itu sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno mengatakan selama ini Indonesia selalu terbuka untuk mengekspor produk mineral ke negara manapun, termasuk AS. Sehingga menurutnya permintaan Trump itu bukan menjadi masalah.
"Kalau free access selama ini kan kita memang open saja kan, untuk mineral loh ya. Kita open siapa yang mau beli dari kita silakan saja. Jadi yang gak terlalu ini sih," tegas Tri ketika ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/7/2025) lalu.
Seperti ramai diberitakan, Trump mengumumkan negaranya telah mencapai kesepakatan strategis dengan Indonesia yang memberikan akses penuh bagi pemerintah Negeri Paman Sam terhadap berbagai sumber daya Indonesia, termasuk tembaga.
Pernyataan itu disampaikannya usai berbicara langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami telah membuat kesepakatan dengan Indonesia. Saya berbicara dengan presidennya yang luar biasa, sangat populer, kuat, cerdas. Dan kami menyepakati perjanjian, kami mendapatkan akses penuh ke Indonesia, segalanya. Seperti yang Anda tahu, Indonesia sangat kuat dalam hal tembaga, dan sekarang kami punya akses penuh ke semua itu," tutur Trump.
Sebagai gantinya, Indonesia justru dikenakan tarif sebesar 19 persen atas ekspor ke AS. Trump bahkan menekankan bahwa bagian ini menjadi yang paling penting dari kesepakatan yang diklaimnya menguntungkan bagi kedua belah negara.
"Kami tidak akan membayar tarif apa pun, mereka memberi kami akses yang sebelumnya tidak pernah kami miliki. Itu mungkin bagian terpenting dari kesepakatan ini. Bagian lainnya, mereka akan membayar 19 persen, sementara kami tidak membayar apa pun. Saya rasa ini kesepakatan yang bagus untuk kedua belah pihak. Tapi yang jelas, kami mendapatkan akses penuh ke Indonesia," tegas Trump.