Akurat

Kawal Pembangunan Kilang Tuban, DPR Minta Aspek Sosial dan Lingkungan Terjaga

Camelia Rosa | 12 Juli 2025, 11:15 WIB
Kawal Pembangunan Kilang Tuban, DPR Minta Aspek Sosial dan Lingkungan Terjaga

AKURAT.CO Komisi XII DPR RI meninjau langsung perkembangan proyek-proyek strategis nasional di sektor energi dan lingkungan hidup di Surabaya, Jawa Timur.

Adapun salah satu proyeknya yaitu ppembangunan Grass Root Refinery and Petrochemical (GRR&P) Tuban. Kunjungan ini dihadiri oleh Direksi PT Pertamina (Persero), PT Kilang Pertamina Internasional, serta PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia Jawa Timur.

Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto dari Fraksi Partai NasDem menegaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR untuk memastikan bahwa pembangunan kilang berjalan sesuai prinsip keberlanjutan dan inklusivitas sosial.

Baca Juga: Sinergi BI dan DPR RI Terjaga, Nilai Tukar di RAPBN 2026 Disepakati Tanpa Panja Khusus

"Kilang Tuban merupakan proyek greenfield terbesar di sektor hilir migas Indonesia dalam beberapa dekade terakhir. Proyek ini dirancang dengan kapasitas hingga 300.000 barel per hari dan diharapkan mampu memproduksi BBM berstandar Euro V serta bahan baku industri petrokimia nasional," ujar Sugeng, dikutip Sabtu (12/7/2025).

Menurut Sugeng, pembangunan kilang yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Kilang Tuban juga merupakan hasil kerja sama strategis antara Pertamina dan perusahaan migas asal Rusia, Rosneft, yang kini memasuki tahap akhir Final Investment Decision (FID).

"Proyek ini telah menyerap lebih dari 20.000 tenaga kerja dan secara ekonomi berpotensi mendorong pertumbuhan kawasan, khususnya di Kabupaten Tuban dan sekitarnya," lanjutnya.

Meski demikian, Sugeng tak menampik bahwa proyek strategis ini menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya ketidakpastian investasi mitra asing akibat dinamika geopolitik global, kompleksitas perizinan lintas sektor, serta aspirasi masyarakat yang terdampak pembangunan.

"Komisi XII ingin memastikan bahwa semua proses pembangunan kilang tetap mematuhi norma dan regulasi lingkungan hidup, serta mengedepankan keberlanjutan sosial," tegasnya.

Baca Juga: DPR RI Tetapkan Danantara sebagai Mitra Kerja Komisi VI dan Komisi XI

Dalam pertemuan tersebut, Komisi XII DPR RI meminta informasi rinci terkait progres fisik dan keuangan proyek, kesiapan fase Engineering, Procurement, and Construction (EPC), strategi mitigasi risiko geopolitik, serta pengelolaan dampak sosial dan lingkungan.

"Kami juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait dalam mempercepat realisasi proyek, sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan lahan dan aspirasi masyarakat," lanjutnya.

Sugeng turut menyoroti dukungan pemerintah pusat, khususnya pasca kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia beberapa waktu lalu. Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyatakan komitmen penuh untuk melanjutkan investasi Rosneft di Kilang Tuban.

"ni momentum penting yang harus kita kawal bersama, agar pembangunan kilang dapat selesai tepat waktu dan segera memberi kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional maupun daerah, tanpa mengabaikan aspek sosial dan lingkungan," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.