Eks Dirut Patra Niaga Alfian Nasution Jadi Tersangka, Pertamina Siap Koperatif
Camelia Rosa | 11 Juli 2025, 09:45 WIB

AKURAT.CO Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan 9 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola kinyak mentah dan produk kilang pada anak usaha perusahaan PT Pertamina dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023.
Salah satu nama yang tersangkut yakni Alfian Nasution (AN), mantan Vice President (VP) Supply dan Distribusi PT Pertamina (Persero), sekaligus Direktur Utama Pertamina Patra Niaga periode 2021-2023.
Merespons hal ini, VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat berwenang.
"Pertamina selalu menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung," jelas Fadjar ketika dihubungi Akurat.co, Jumat (11/7/2025).
Fadjar memastikan, pihaknya akan bersikap kooperatif dan siap bekerja sama dengan aparat berwenang dan berharap proses hukum dapat berjalan lancar.
Lebih lanjut ia juga menegaskan bahwa di tengah berjalannya proses hukum, pelayanan Pertamina terkait energi kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama dan operasional perusahaan tetap berjalan normal seperti biasa.
"Sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap prinsip Good Corporate Governance (GCG), Pertamina akan terus meningkatkan transparansi dan tata kelola di seluruh proses bisnis terutama dalam aspek operasional perusahaan," tutup Fadjar.
Sebagai inforrmasi, Mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok sejatinya juga sudah pernah menyinggung nama Alfian tersebut setelah dirinya diperiksa Kejagung pada 13 Maret 2025 lalu.
Adapun saat itu, Kejagung baru menetapkan 9 tersangka kasus dugaan korupsi di anak usaha Holding BUMN Minyak dan Gas (Migas) tersebut dan Ahok diperiksa sebagai saksi.
Menurut Ahok, Kejaksaan Agung seharusnya memanggil Alfian Nasution untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi minyak mentah tersebut.
"Seharusnya dipanggil, ya. Lapisannya, ‘kan, masih dirut-dirut (direktur utama) yang lama. Kalau Pak Riva Siahaan (Dirut PT Pertamina Patra Niaga) kena, seharusnya mantan dirut lainnya dipanggil. Mungkin," tegas Ahok di Gedung Kejaksaan Agung pada 13 Maret 2025.
Sebagai informasi, Alfian Nasution pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga periode 2021-2023.
Namun pada Juni 2023, dia diangkat menjadi Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) dan posisinya digantikan oleh Riva Siahaan, yang Februari lalu menjadi tersangka perkara rasuah dengan kerugian negara Rp193,7 triliun itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










