Akurat

Wujudkan Pemerataan Energi dan Ekonomi, PLN Resmikan 13 PLTS

Camelia Rosa | 27 Juni 2025, 20:37 WIB
Wujudkan Pemerataan Energi dan Ekonomi, PLN Resmikan 13 PLTS

AKURAT.CO PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN meresmikan 13 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan peresmian 13 unit PLTS milik PLN ini menjadi bagian dari peresmian total 55 PLTS dan PLTP di 15 provinsi yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo dan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Adapun 13 PLTS milik PLN tersebar di wilayah Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur. Peresmian serentak ini merupakan bentuk konkret kolaborasi bersama dalam mendukung transisi energi dan swasembada energi.

“Kami berkomitmen menyediakan listrik yang andal sampai pelosok negeri demi mewujudkan pemerataan energi sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” ujar Darmawan, dikutip Jumat (27/6/2025).

Baca Juga: Jakarta Siap Bangun PLTS Berbasis Sampah, Tinggal Tunggu Perpres

Presiden Prabowo Subianto turut meresmikan pengoperasian dan pembangunan 55 proyek energi baru terbarukan (EBT) tersebut. Peresmian serentak ini dilakukan terpusat di pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (26/6/2025) lalu.

Peresmian mencakup 8 proyek PLTP dengan rincian 3 proyek dalam tahap commercial operation date (COD) dan 5 proyek tahap groundbreaking serta 47 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas gabungan mencapai 379,7 MW.

Dalam sambutannya, Kepala Negara mengatakan bahwa peresmian PLTP sebagai bukti bahwa Indonesia menuju kemandirian. "Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri dan kita akan mampu memberi energi untuk seluruh rakyat Indonesia dalam keadaan yang efisien dan ekonomis," ujar Prabowo.

Presiden menambahkan sebagai negara yang dikaruniai sumber daya EBT yang begitu besar, Indonesia terus menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan energi ramah lingkungan demi mencapai swasembada energi di Indonesia.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan langkah progesif dalam utilisasi EBT ini merupakan wujud komitmen RI dalam menggenjot transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060.

Bahlil menjabarkan total 55 pembangkit EBT yang diresmikan Presiden terdiri dari PLTP dan PLTS dengan total nilai investasi sekitar Rp25 triliun dan kapasitas terpasang sebesar 379,7 megawatt (MW).

Untuk PLTP, terdapat tiga pembangkit yang resmi beroperasi yakni PLTP Sorik Marapi Unit 5 kapasitas 41,25 MW, Salak Binary kapasitas 16,15 MW dan Ijen Unit 1 kapasitas 34,5 MW.

Lalu, lima PLTP lainnya yang dalam tahap groundbreaking yakni Muara Laboh Unit 2 kapasitas 80 MW, Ulubelu Ext Gunung Tiga kapasitas 55 MW, Wayang Windu Unit 3 kapasitas 30 MW, Salak Unit 7 kapasitas 40 MW dan Patuha Unit 2 kapasitas 55 MW.

Kemudian ada 47 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diresmikan operasinya dengan total kapasitas 27,8 MW mampu melistriki 5.383 rumah tangga dan tersebar di 47 desa pada 11 provinsi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.