Kadin dan Bank Tanah Jajaki Sinergi Aset Negara untuk Program Strategis

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menerima audiensi Kepala Badan Bank Tanah, Parman Nataatmadja, di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun kerja sama antara dunia usaha dan pemerintah, khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan tanah negara demi mendorong program-program strategis nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Anindya yang akrab disapa Anin, menyampaikan optimismenya terhadap peluang kolaborasi antara Kadin dan Badan Bank Tanah. Ia menyoroti potensi besar dari 33.000 hektare lahan yang saat ini dikelola Badan Bank Tanah dan bagaimana aset tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal melalui skema Hak Guna Bangunan (HGB) jangka panjang.
“Kita berdiskusi tentang bagaimana Kadin dan Badan Bank Tanah bisa bersinergi. Saat ini Bank Tanah mengelola sekitar 33.000 hektare dan bisa dimanfaatkan dengan skema HGB 30 tahun, ditambah 20 tahun, dan bisa diperpanjang lagi 30 tahun. Ini memberikan kepastian bagi dunia usaha untuk mengembangkan berbagai program,” ujar Anin dalam keterangan yang diterima, Rabu (25/6/2025).
Baca Juga: Badan Bank Tanah Gandeng Kadin, Kasih Kepastian Hukum Lahan untuk Pengusaha
Anin menjelaskan bahwa Kadin telah memiliki sejumlah program prioritas atau quick wins yang sangat relevan untuk disinergikan dengan aset tanah negara.
Beberapa di antaranya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) gotong-royong, pembangunan rumah terjangkau dan layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah, pelatihan tenaga kerja migran, serta penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Menurut Anin, salah satu terobosan yang sangat menarik dari kerja sama ini adalah potensi keringanan tarif sewa tanah hingga nol rupiah untuk kepentingan sosial.
“Ini luar biasa. Terobosan dari pemerintah yang patut diapresiasi. Kami dari dunia usaha tentu ingin terus bekerja sama dengan pemerintah yang progresif dan berorientasi pada keadilan sosial,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Bank Tanah, Parman Nataatmadja, menyambut baik audiensi dengan Kadin. Menurutnya, ini merupakan langkah awal membangun sinergi antara pengelola tanah negara dan sektor swasta dalam mendukung program-program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tertuang dalam Asta Cita.
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Kian Memanas, Begini Kata Bos Kadin
“Banyak pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin dan setiap usaha tentu membutuhkan tanah. Kerja sama ini bisa mendorong pelaksanaan program seperti rumah layak huni untuk MBR, program MBG, serta pembangunan fasilitas pelatihan. Semua itu sangat sejalan dengan Asta Cita,” kata Parman.
Parman juga menekankan bahwa Badan Bank Tanah menjamin kepastian hukum atas lahan yang dikelola. Ia menyebut, salah satu tantangan terbesar dalam dunia usaha adalah persoalan pembebasan lahan yang kerap menimbulkan ketidakpastian hukum. Untuk itu, pihaknya bertugas melakukan pengamanan baik secara fisik maupun yuridis.
“Kami pastikan tanah yang diberikan kepada pelaku usaha berstatus clean and clear. Jika ada tuntutan hukum kepada pengusaha, maka Badan Bank Tanah yang akan maju di depan. Ini bentuk perlindungan terhadap investor agar mereka merasa aman,” tegas Parman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









