Akurat

Bahlil Temui Pengusaha Rusia Bahas Kerja Sama Migas dan Teknologi Baru

Camelia Rosa | 24 Juni 2025, 16:50 WIB
Bahlil Temui Pengusaha Rusia Bahas Kerja Sama Migas dan Teknologi Baru

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan pekan ini akan bertemu dengan para pengusaha Rusia untuk membahas soal proyek minyak dan gas (migas), salah satunya pengembangan sumur-sumur tua ataupun baru yang ada di Indonesia.

Pertemuan ini merupakan tindaklanjut dari agendanya mendampingi Presiden RI, Prabowo Subianto yang menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di kota Saint Petersburg, Rusia, beberapa waktu lalu.

Bahlil mengakui, Rusia memiliki pengalaman yang panjang dibidang perminyakan. Oleh sebab itu, Indonesia yang memiliki sumur namun tidak tekknologi, harus belajar dan menjalin kolaborasi dengan Rusia.

Baca Juga: DPR Desak ESDM Segera Bentuk Ditjen Gakkum untuk Awasi Tambang di Kaltim

"Penjajahan sudah kita lakukan, saya besok rapat dengan tim dari Rusia, dari pengusaha-pengusaha BUMN-nya Rusia yang akan datang ke Indonesia, mulai besok saya rapat maraton," jelas Bahlil dalam acara Jakarta Geopolitical Forum IX/2025 (JGF 2025) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (24/6/2025).

Bahlil mengungkapkan, dalam pertemuan itu nantinya juga akan masuk dalam pembahasan wilayah-wilayah yang diinginkan oleh Rusia.

"Kalau tidak besok paling lambat Jum'at timnya datang, teman-teman pengusaha di sana. Kita akan mulai masuk pembahasan pada wilayah mana yang mereka mau, apakah mau ambil yang baru atau mereka mau kerja sama-sama Pertamina atau mengelola yang sumur idle well," terangnya.

Dikatakan Bahlil, jika sebelumnya Indonesia masih melakukan pengeboran secara horizontal, maka Rusia memiliki teknologi pengeboran horizontal.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi pengeboran horizontal ini sama halnya seperti yang digunakan di Amerika Serikat, dimana dari yang sebelumnya hanya 3 juta barel menjadi 10 juta barel lebih.

Baca Juga: Wamen ESDM Sebut RI Bakal Pakai Teknologi dari Rusia dan China Untuk Pembangkit Nuklir

"Teknologi-teknologi seperti itu. Sebenarnya di kita di Pertamina itu sudah melakukan percobaan, sudah ada 3 sumur yang yang bisa. Nah besok kita tukar data, okasinya dimana nanti pada saat pembahasan teknis," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.