Akurat

Presiden Prabowo Pamerkan Capaian Pertanian di Forum Ekonomi Internasional Rusia

Atikah Umiyani | 20 Juni 2025, 23:39 WIB
Presiden Prabowo Pamerkan Capaian Pertanian di Forum Ekonomi Internasional Rusia


AKURAT.CO Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memaparkan sejumlah capaian pemerintahannya dalam forum bergengsi St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025, di Rusia, Jumat (20/6/2025).

Forum ini menjadi ajang pertemuan pemimpin dunia dan tokoh ekonomi global.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut, produksi beras dan jagung di Indonesia melonjak drastis selama tujuh bulan masa pemerintahannya, mencetak rekor tertinggi dalam sejarah.

“Produksi beras dan jagung meningkat sekitar 50 persen, angka peningkatan terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Cadangan beras nasional kini mencapai 4,4 juta ton, ini rekor tertinggi,” ujar Prabowo di hadapan forum internasional.

Ia menjelaskan, lonjakan ini dicapai berkat sejumlah terobosan kebijakan, termasuk langkah deregulasi dan pemberantasan praktik korupsi yang menghambat pertumbuhan sektor pangan dan ekonomi secara umum.

“Pemerintah kami fokus pada penyederhanaan regulasi yang menghambat, serta komitmen tegas dalam memberantas korupsi,” tegas Prabowo.

Presiden juga menyampaikan optimisme atas peran strategis Indonesia di panggung ekonomi dunia. Hal ini, menurutnya, tercermin dari diterimanya Indonesia sebagai anggota BRICS dan New Development Bank.

Baca Juga: DPR Soroti SPMB 2025: Jual-Beli Kursi dan Pemalsuan Data Harus Diberantas

“Indonesia diterima dengan cepat sebagai anggota BRICS, dengan dukungan kuat dari Rusia, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Ini menunjukkan bahwa Indonesia kini mampu memainkan peran positif dalam hubungan internasional,” ujarnya.

Kehadiran Prabowo dalam SPIEF 2025 sekaligus memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di kancah global, seiring dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan investasi dan kerja sama strategis antarnegara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.