Akurat

Dirjen EBTKE Bakal Temui Gubernur NTT Bahas Proyek Pembangkit Panas Bumi

Camelia Rosa | 19 Juni 2025, 18:24 WIB
Dirjen EBTKE Bakal Temui Gubernur NTT Bahas Proyek Pembangkit Panas Bumi

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) menjadwalkan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emmanuel Melkiades Laka Lena pekan depan untuk membahas kelanjutan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Pulau Flores. 

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menjelaskan, pihaknya bahkan telah menerjunkan tim secara langsung ke enam lokasi panas bumi di Pulau Flores tersebut.
 
"Tim sudah ke lapangan, ke enam lokasi, laporannya sudah di saya. Saya akan bertemu Pak Gubernur mungkin minggu depan," jelasnya ketika ditemui di Jakarta, Rabu (19/6/2025).
 
Eniya menuturkan, pertemuan dengan Emmanuel itu nantinya juga akan membahas hasil uji petik atau verifikasi dan validasi data lapangan yang sudah dilakukan di NTT. Pasalnya, hingga saat ini proyek pembangkit geothermal tersebut masih menghadapi penolakan dari sejumlah masyarakat. 
 
 
"Misalnya pemicunya ada jalan rusak, kami minta Sokoria untuk memperbaiki. Kalau ada manifestasi, itu diapain? Bisa bikin ekoturisme, atau mau sekalian investasi besar agar itu (manifestasi) digarap sekalian," tuturnya.
 
Kementerian ESDM, lanjut Eniya, juga akan membahas terkait sejumlah mainfestasi atau potensi-potensi Geothermal yang ada untuk kemudian dikembangkan. Menurut Eniya, selama ini pengembangan panas bumi masih dilakukan setengah-setengah padahal terdapat potensi besar di lapangan.
 
"Jadi di situ apakah kita bikin ecotourism, atau mau sekalian investasi besar agar itu kan luasannya besar ya. Sekalian digarap," tukas Eniya.
 
Sebagai informasi, pemerintah berencana akan menjadikan Flores sebagai surga pengembangan panas bumi. Padahal, proyek panas bumi banyak diprotes oleh masyarakat hingga tokoh agama.
 
Sebelumnya,  sebanyak enam Uskup dari Provinsi Gerejawi Ende menyatakan menolak pembangunan proyek geotermal di Flores dan Lembata.
 
"Flores itu insyaallah kita bisa jadikan geothermal island Jadi disitu panas buminya luar biasa," ujar Eniya dalam Press Conference The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 di Jakarta, Senin (14/4/2025) lalu.
 
Eniya menambahkan, energi panas bumi di Flores diyakini dapat menggantikan peran pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebagai pembangkit listrik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.