Akurat

Dukung Ekspor Listrik Singapura, Pertamina NRE Bakal Groundbreaking Panel Surya

Camelia Rosa | 19 Juni 2025, 16:33 WIB
Dukung Ekspor Listrik Singapura, Pertamina NRE Bakal Groundbreaking Panel Surya

AKURAT.CO PT Pertamina New Renewable Energy (PNRE) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan ekspor listrik berbasis energi terbarukan ke Singapura. 

Director Strategic Planning & Business Development PNRE, Fadli Rahman mengungkap dalam waktu dekat pihaknya akan membangun pabrik produksi panel surya dengan salah satu perusahaan manufaktur dari China. 
 
"Dan ini akan menjadi pendukung utama atau poin penting kita dalam mendukung ekspor listrik ke Singapura," jelasnya ketika ditemui di Jakarta, Kamis (19/6/2025). 
 
 
Fadli menambahkan, selain dari sisi manufaktur, dirinya juga tidak menutup kemungkinan bahwa ke depan PNRE akan ikut terlibat sebagai pengembang yang menyuplai listrik EBT ke Singapura tersebut. 
 
"Tentunya kita sambil meng-explore potensi untuk kita bergerak di sana sebagai developer. Tapi at least kita mulai dulu dari manufacturing," urainya.
 
Senada, CEO PNRE John Anis menekankan pengembangan ini juga merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam menyambut integrasi energi di kawasan Asia Tenggara. 
 
"Ini untuk projection to the future, kita ngomong juga kerjasama di ASEAN yang sangat bagus sekali dari superweigh bidang termasuk bidang energi. Jadi kita juga oke lah kita sekarang berpikir lokal, domestik Indonesia, domestik Filipina. Tapi di ASEAN kita juga ada upaya mungkin teman-teman nanti bisa mengeksplore apa yang disebut Asian Power Grid (APG)," ujar Fadli.
 
Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary PNRE, Dicky Septiadi menilai keberadaan proyek ini nantinya diharapkan dapat memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari panel surya yang digunakan untuk memproduksi listrik EBT ke Singapura. 
 
"Jadi, kita punya proyek pembangunan pabrik manufaktur PLTS dengan perusahaan Cina. Karena ini akan sangat baik. Kita akan membawa investasi masuk ke Indonesia, dan itu pasti membutuhkan TKDN. Kita juga membutuhkan peralatan dan komponen lainnya," jelas Dicky.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.