Akurat

Indonesia Dukung Uzbekistan Gabung WTO Lewat Kesepakatan Dagang Bilateral

Andi Syafriadi | 18 Juni 2025, 14:45 WIB
Indonesia Dukung Uzbekistan Gabung WTO Lewat Kesepakatan Dagang Bilateral

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Uzbekistan untuk bergabung sebagai anggota penuh Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian bilateral akses pasar antara kedua negara, yang mencakup perdagangan barang dan jasa.

Penandatanganan berlangsung di Jenewa, Swiss, di sela pertemuan ke-10 Working Party on the Accession of Uzbekistan. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Kuasa Usaha Ad Interim Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa, Duta Besar Achsanul Habib, dan Utusan Khusus Presiden Uzbekistan untuk isu WTO, Azizbek Urunov.

Langkah ini menjadi bagian dari proses yang harus dilalui Uzbekistan untuk menjadi anggota WTO, di mana dukungan dari negara-negara anggota melalui perjanjian bilateral menjadi syarat utama. Dubes Indonesia untuk WTO, Nur Rakhman Setyoko, menyampaikan apresiasinya terhadap reformasi kebijakan ekonomi yang dilakukan Uzbekistan guna menyesuaikan diri dengan sistem perdagangan global.

Baca Juga: Sri Mulyani: WTO Melemah, Dunia Dihadapkan Risiko Konflik Dagang

“Sebagai negara berkembang, Indonesia memahami tantangan dalam menyesuaikan standar perdagangan internasional. Oleh karena itu, kami melihat aksesi Uzbekistan sebagai langkah penting untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral yang inklusif,” ujar Nur Rakhman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (18/6/2025).

Dirinya juga menambahkan bahwa perjanjian bilateral ini bukan hanya simbol dukungan terhadap aksesi, tetapi juga membuka jalan baru bagi kerja sama ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Uzbekistan.

“Kesepakatan bilateral ini adalah langkah strategis yang memperkuat hubungan perdagangan dan menciptakan potensi kolaborasi di sektor-sektor unggulan,” tambahnya.

Duta Besar Achsanul Habib menyatakan bahwa Indonesia berharap Uzbekistan dapat merasakan manfaat konkret dari keanggotaan WTO, termasuk dalam hal pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Dirinya menyebut integrasi Uzbekistan ke WTO akan semakin memperkuat hubungan antarnegara berkembang dalam memajukan perdagangan yang adil dan berkelanjutan.

“Kesepakatan ini diharapkan mempererat hubungan bilateral Indonesia-Uzbekistan, khususnya dalam perdagangan barang dan jasa, sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat WTO sebagai lembaga yang kredibel dan relevan,” ujar Habib.

Baca Juga: RI Dorong Reformasi WTO di Forum APEC MRT 2025

Uzbekistan sendiri menargetkan penyelesaian seluruh proses aksesi pada Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO ke-14 yang akan digelar di Yaoundé, Kamerun, pada 26–29 Maret 2026. Menurut Utusan Khusus Presiden Uzbekistan, Azizbek Urunov, dukungan Indonesia selama proses perundingan sangat berarti dan diapresiasi oleh pemerintah Uzbekistan.

Saat ini, hampir seluruh negara anggota WTO telah memberikan dukungan terhadap aksesi Uzbekistan, menjadikannya salah satu proses aksesi dengan dukungan multilateral paling luas dalam beberapa tahun terakhir. Uzbekistan telah menunjukkan keseriusannya melalui serangkaian reformasi ekonomi dan hukum untuk menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip perdagangan internasional.

Dari sisi hubungan dagang, kerja sama Indonesia dan Uzbekistan menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total nilai perdagangan kedua negara pada 2024 tercatat sebesar USD147,64 juta, meningkat tajam 57,77% dalam lima tahun terakhir (2020–2024). Angka ini mencerminkan peluang besar yang dapat terus dikembangkan seiring dengan penguatan kerja sama dagang bilateral.

Produk ekspor utama Indonesia ke Uzbekistan meliputi minyak nabati, bahan makanan olahan, produk farmasi, dan sabun. Sementara itu, impor Indonesia dari Uzbekistan didominasi oleh pupuk kimia, bubuk kayu, alat optik, biji-bijian, serta produk hasil tembakau.

Ke depan, perjanjian bilateral ini diharapkan mendorong diversifikasi produk dan memperluas volume perdagangan kedua negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi