Akurat

RI Gandeng ASEAN Japan Centre Perkuat UMKM

Hefriday | 13 Juni 2025, 21:04 WIB
RI Gandeng ASEAN Japan Centre Perkuat UMKM

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan Republik Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama internasional dalam rangka pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM), khususnya melalui kolaborasi strategis dengan ASEAN Japan Centre (AJC). 

Dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dengan Sekretaris Jenderal AJC Kunihiko Hirabayashi di Tokyo, Jepang, Senin (9/6/2025), Indonesia menyatakan keyakinannya bahwa AJC merupakan mitra yang dapat diandalkan untuk mendorong program inklusif dan berdampak nyata bagi UKM Indonesia.
 
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian misi dagang Indonesia ke Jepang yang berlangsung pada 9–13 Juni 2025. Turut hadir dalam kesempatan itu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi. 
 
Dalam pernyataannya, Wamendag Roro menegaskan bahwa pemberdayaan UKM sangat erat kaitannya dengan tiga program prioritas Kemendag, yakni menjaga dan memperkuat pasar dalam negeri, memperluas pasar ekspor, dan mengimplementasikan program ‘UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor’.
 
 
Wamendag menilai, kerja sama dengan AJC akan semakin memperkuat kemampuan UKM Indonesia untuk bersaing di pasar global, di antaranya melalui fasilitasi business pitching dan direct business matching dengan pelaku usaha internasional. 
 
“Kita butuh dukungan konkret untuk memperkuat daya saing UKM, termasuk akses terhadap pasar, informasi perdagangan, serta adaptasi terhadap permintaan global,” ujar Roro dalam keterangannya, Jumat (13/6/2025). 
 
Dirinya juga menyampaikan bahwa hubungan antara Indonesia dan Jepang tidak hanya bersifat historis, tetapi juga strategis dari sisi ekonomi. Jepang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia yang memiliki kontribusi signifikan dalam sektor perdagangan dan investasi di kawasan ASEAN. 
 
Oleh karena itu, memperkuat kemitraan melalui AJC dinilai sejalan dengan visi jangka panjang kedua negara.
 
Salah satu wujud konkret dari kolaborasi tersebut adalah pemanfaatan kerangka kerja ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP), yang mendorong penguatan kerja sama di bidang promosi perdagangan, investasi, pengembangan kapasitas, serta kemudahan akses terhadap data perdagangan dan intelijen pasar. 
 
Wamendag menyampaikan apresiasi atas peran AJC dalam memfasilitasi pemanfaatan skema kerja sama tersebut oleh para pelaku usaha Indonesia.
 
Sekretaris Jenderal AJC, Kunihiko Hirabayashi, dalam kesempatan itu, menyampaikan komitmennya untuk mendukung program UMKM BISA Ekspor, terutama yang melibatkan pelaku usaha perempuan.
 
Ia juga menyoroti pentingnya promosi produk, peningkatan kemampuan menghadapi hambatan perdagangan, serta sosialisasi manfaat Free Trade Agreement (FTA) dalam mendorong perdagangan inklusif dan berkelanjutan.
 
Fajarini Puntodewi menambahkan bahwa sejumlah program kerja sama antara Kemendag dan AJC pada tahun ini hingga tahun depan akan difokuskan pada pengembangan kapasitas UKM di sektor pertanian dan perikanan, serta fasilitasi akses pasar bagi produk dan jasa kreatif.
 
Upaya ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.
 
Selain bertemu AJC, Wamendag Roro juga melakukan pertemuan dengan Deputi Direktur Sasakawa Peace Foundation (SPF), Shingo Naganawa, guna membahas tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM perempuan di Indonesia. 
 
Dalam pertemuan tersebut, Roro menyoroti berbagai hambatan yang umum dihadapi, seperti keterbatasan akses keuangan, minimnya pelatihan kewirausahaan, rendahnya literasi digital, serta beban ganda dalam mengelola usaha dan tanggung jawab rumah tangga.
 
Menanggapi persoalan tersebut, Kemendag mendorong sejumlah strategi dukungan, antara lain pelatihan digital, kemitraan dengan lembaga keuangan dan sektor swasta, serta pendampingan berkelanjutan sesuai kebutuhan lokal.
 
Selain itu, Kemendag juga memperkuat promosi produk unggulan daerah dan fasilitasi sertifikasi agar produk dapat memenuhi standar pasar global.
 
Upaya lain yang tengah dijalankan yakni mendorong partisipasi pelaku UMKM perempuan dalam pameran dagang berskala internasional seperti Trade Expo Indonesia (TEI) serta kolaborasi dengan berbagai platform niaga digital. Tujuannya adalah membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global.
 
Sebagai kesimpulan, Wamendag Roro menegaskan pentingnya kerja sama multipihak dalam menciptakan sistem perdagangan yang inklusif dan adil. 
 
“Pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, serta mitra internasional harus saling bersinergi untuk mewujudkan ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha, khususnya perempuan, sukses sebagai wirausahawan dan pemimpin,” tukasnya.
 
Deputi Direktur SPF, Shingo Naganawa, menyambut baik inisiatif dan rencana kerja sama tersebut. Ia menyatakan akan menindaklanjuti peluang kolaborasi konkret dalam lingkup pemberdayaan UMKM dan masyarakat daerah.
 
Diharapkan hasil dari kemitraan ini dapat memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh para pelaku usaha di Indonesia.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa