Sebab Laba Bersih Pertamina 2024 Turun jadi USD3,13 Miliar
Camelia Rosa | 13 Juni 2025, 20:22 WIB

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba bersih senilai USD3,13 miliar atau setara Rp49,54 triliun sepanjang 2024. Realisasi ini anjlok signifikan jika dibandingkan laba bersih Pertamina pada 2023 yang tercatat sebesar USD4,77 miliar atau sekitar Rp72,77 triliun.
Direktur Keuangan perseroan, Emma Sri Martini beralasan penurunan laba ini lantaran adanya impairment kilang perseroan.
"Seperti yang tadi sudah disampaikan karena track spreadnya tidak memungkinkan untuk kita bisa membukukan positif di subholding kilang. Namun kita tetap secara konsolidasian tetap masih bisa membukukan laba positif secara konsolidasian," jelas Ema dalam acara Konferensi Pers Capaian Kinerja PT Pertamina (Persero) di Grha Pertamina, Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Dalam kesempatan ini, Emma juga menekankan bahwa pihaknya komitmen dalam merealisaikan belanja modal 2024 dibandingkan 2023 lalu. "Realisasi Capex kita di 2024 justru malah terjadi peningkatan. Di tengah situasi sulit kita tetap melakukan komitmen, displacement Capex itu meningkat 4,3% dibandingkan tahun 2023," tutur Emma.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pertamina tercatat membukukan pendapatan sebesar USD75,33 Miliar atau setara Rp1.194 triliun, EBITDA senilai USD10,79 miliar setara Rp171,04 triliun. Demikian terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024 di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Kendati demikian, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menyebutkan bahwa produksi migas Pertamina berhasil menembus 1 juta barrel setara minyak. Hal ini menjadikan Pertamina sebagai kontributor 69% minyak nasional dan 37% gas nasional. Kemudian dari sisi kilang, Pertamina juga berhasil menjadi kontributor utama produksi BBM nasional.
"Di tahun 2024 produksi migas terjaga solid di angka 1 juta barrel setara minyak. Selain itu, produksi BBM Kilang Pertamina berhasil memenuhi 70 persen kebutuhan BBM nasional, bahkan kebutuhan avtur dan diesel 100 persen dipenuhi dari kilang domestik," jelas Fadjar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










