Dorong Kemandirian Industri Ketahanan, Prabowo Tinjau Booth DEFEND ID
Camelia Rosa | 12 Juni 2025, 16:42 WIB

AKURAT.CO Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto resmi membuka Pameran Indo Defense 2024 Expo & Forum yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Rabu (11/6/2025).
Usai peresmian, Presiden langsung mengunjungi booth DEFEND ID yang mewakili Holding BUMN Industri Pertahanan.
DEFEND ID terdiri dari PT Len Industri (Persero) sebagai induk, bersama PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT PAL Indonesia, dan PT Dahana. Keberadaan DEFEND ID menjadi kunci strategis untuk mewujudkan kemandirian alat utama sistem senjata (Alutsista) nasional.
Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi para Direktur Utama masing-masing perusahaan anggota DEFEND ID. Mereka secara langsung menjelaskan berbagai produk unggulan, pencapaian teknologi terbaru, hingga arah pengembangan industri pertahanan ke depan.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya kekuatan pertahanan nasional melalui industri dalam negeri dan diplomasi pertahanan.
Adapun tema strategis yang diangkat kali ini yaitu, “Defense Partnerships for Global Peace & Stability,” memperkuat visi Indonesia sebagai negara yang aktif menjaga perdamaian dunia, sekaligus memperkuat pertahanan secara mandiri dan berdaulat.
Booth DEFEND ID menampilkan rangkaian produk dan teknologi hasil inovasi industri pertahanan dalam negeri, mulai dari kendaraan tempur darat, sistem senjata, kapal perang, amunisi, pesawat militer, hingga sistem elektronik dan teknologi pertahanan lainnya.
Keikutsertaan DEFEND ID dalam acara ini tidak hanya memperkuat citra industri pertahanan nasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra global dalam pengembangan teknologi.
Kehadiran Presiden di booth DEFEND ID menjadi simbol dukungan nyata pemerintah terhadap penguatan industri pertahanan nasional. Hal ini juga menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa kemandirian sektor pertahanan terus mendapat perhatian khusus dari negara.
PT Len Industri (Persero) hadir sebagai integrator sistem lintas platform Alutsista dengan pendekatan network centric warfare yang adaptif terhadap ancaman modern. Mereka menampilkan produk unggulan seperti Len NavysysIntercom M2, NCS Link ID, CMS/FCS, SII, dan IMINT yang menunjang interoperabilitas dan efektivitas sistem pertahanan.
Kemudian, PT Pindad membawa beragam senjata dan amunisi inovatif seperti senapan serbu SS3-M1, senjata anti-drone SPS-1, senjata SS Amfibi, senapan mesin berat SM5-A1, hingga berbagai varian senapan SS2, senapan runduk (SPR), senapan penembak jitu lanjutan (SPM/DMR), senapan granat (SPG), dan RCWS.
PT Pindad juga memperkenalkan kendaraan operasional listrik 4x4 bernama Pandu yang dapat melaju hingga 100 km/jam dengan jangkauan 400 km.
Sementara itu, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) fokus mengkomersialkan produk strategis seperti pesawat CN235-220 dan helikopter Bell 412 untuk misi Anti-Submarine Warfare (ASW), roket FFAR dan WAFAR, pesawat NC212i dan N219, serta pengembangan produk UAV dan kolaborasi dalam dan luar negeri.
Dari sektor maritim, PT PAL Indonesia memamerkan kemampuan membangun kapal perang serta perannya sebagai integrator sistem platform dan Sewaco. Produk andalannya mencakup kapal bantu LPD 163, Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS), kapal rudal cepat (KCR), frigat, hingga kapal selam Scorpene. Selain itu, PAL menangani proyek pemeliharaan skala besar termasuk overhaul kapal perang.
PT Dahana membawa berbagai produk berenergi tinggi dan layanan peledakan terintegrasi, seperti Bomb P Series, drone kamikaze RAJATA, Merapi Missile, senjata anti-tank SLT, roket RLV 122, dan berbagai jenis bahan peledak seperti Dayagel, Dayaprime, Danfo, serta bahan baku propelan untuk amunisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










