Kemendag Gandeng IKEA Naikkan Kapasitas UMKM
Hefriday | 4 Juni 2025, 14:56 WIB

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menggandeng perusahaan ritel global IKEA dalam upaya memperluas promosi dan pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Auditorium Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (4/6/2025), dan disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan, Budi Santoso.
Melalui MoU tersebut, Kemendag dan IKEA memperkenalkan konsep “Teras Indonesia” sebuah ruang khusus di gerai IKEA yang akan menampilkan produk-produk UMKM pilihan.
Produk-produk tersebut merupakan hasil kurasi ketat oleh tim Kemendag dan IKEA guna menjamin kualitas dan daya saing.
“Kita ingin UMKM bisa bersaing dengan produk lain yang ada di pasar besar seperti IKEA. Maka dari itu, kualitas adalah syarat utama,” ujar Budi Santoso.
Langkah ini juga menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi sektor ritel modern saat ini.
Dalam sambutannya, Budi mengungkap bahwa banyak ritel modern dan department store tutup karena tidak lagi relevan dengan perubahan perilaku konsumen.
Dirinya menyebut, kurangnya pengalaman berbelanja dan perubahan pola konsumsi menjadi alasan utama.
“Ritel modern hanya jualan, tidak menawarkan experience. Dulu ibu-ibu belanja dua minggu sekali, sekarang mereka belanja harian ke ritel terdekat. Jadi, ritel besar jadi tidak relevan kalau tidak beradaptasi,” kata Budi.
Kemitraan dengan IKEA ini tak hanya menghadirkan ruang pamer, tetapi juga membuka peluang nyata bagi UMKM untuk tampil di panggung ritel internasional.
Produk-produk UMKM yang lolos seleksi akan memiliki akses ke pasar yang lebih luas dan premium, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menjangkau pasar global.
Selain IKEA, Kemendag juga akan menggandeng jaringan ritel lainnya seperti Hero Supermarket untuk memasarkan produk UMKM, khususnya sektor pangan.
Produk-produk makanan UMKM yang telah melalui proses seleksi ketat akan segera hadir di rak-rak supermarket tersebut.
"Kalau produknya berkualitas, gak ada alasan untuk tidak dijual di Hero dan jaringan lainnya,” ujar Budi menegaskan.
Di tingkat internasional, Kemendag terus melakukan pendekatan aktif untuk mempromosikan UMKM lewat program business matching dengan mitra dagang dari luar negeri.
Hasilnya, sepanjang Januari hingga Mei 2025, nilai transaksi UMKM lewat program ini telah mencapai USD68,65 juta atau sekitar Rp1 triliun.
“Walaupun secara online dan tidak bertemu fisik, tetap dipercaya karena ada perwakilan Kemendag yang mendampingi langsung,” tambah Budi.
Busan menjelaskan bahwa proses kurasi dan pendampingan oleh Kemendag memberikan jaminan kepada pembeli internasional bahwa UMKM yang diajak bekerja sama adalah pelaku usaha yang kompeten dan terpercaya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Kemendag berharap UMKM Indonesia dapat mengambil peran lebih besar dalam perekonomian nasional, sekaligus menjadi solusi atas lesunya sektor ritel modern akibat disrupsi digital dan perubahan perilaku konsumen.
“Kita tidak hanya bantu UMKM tampil di etalase, tapi juga bantu mereka untuk tumbuh dan menjawab tantangan zaman,” tukas Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










